Pendaki AS Meninggal saat Pendakian di Gunung Semeru

Rochman Arief

Senin, 20 Mei 2019 - 11:29

JATIMNET.COM, Lumajang – Pendaki gunung bernama Tjondro Prasetio (62) kelahiran Yogyakarta yang merupakan warga negara Amerika Serikat meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Petugas jaga Resort Ranupani mendapat laporan dari pendaki lain dan seorang porter bahwa korban bernama Tjondro Prasetio sakit di Ranu Kumbolo dan minta segera dievakuasi pada Sabtu 18 Mei 2019 malam, sekitar pukul 22.21 WIB,” kata Kepala Resort Ranupani Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Susion, Senin 20 Mei 2019.

Menurutnya, korban bersama rombongannya berjumlah tujuh orang melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pada Jumat 17 Mei 2019, sekitar pukul 10.11 WIB. Rombongan korban juga mengikuti pengarahan dan mendaftar, kemudian melakukan pergerakan pendakian menuju Ranu Kumbolo.

BACA JUGA: Tarif Masuk ke Bromo dan Semeru Naik Mulai Juni

"Berdasarkan kronologis kejadian yang kami terima, pada Sabtu (18 Mei) pukul 15.00 WIB, korban sempat mengeluh sakit perut dan meminta obat diare kepada temannya yang sekaligus dokter," tuturnya.

Namun kondisi korban semakin memburuk pada pukul 19.00 WIB, kemudian dipindahkan ke shelter Ranu Kumbolo agar dapat menghangatkan tubuhnya dan diberikan pertolongan pertama.

"Pada Minggu (19 Mei) pukul 00.28 WIB, seorang porter mengabarkan bahwa ada korban bernama Prasetio Tjondro meninggal dunia di Ranu Kumbolo,” katanya.

BACA JUGA: Setelah Tutup 4 Bulan, Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka

Setelah mendapat informasi tersebut, petugas Resort Ranupani menghubungi tim evakuasi yang beranggotakan enam orang mengevakuasi korban dari Ranu Kumbolo menuju Ranupani.

Selanjutnya korban yang beralamatkan di 62 Floral ter Tenafly, NJ 07670-2404 United States of America (Amerika Serikat) itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haryoto Lumajang.

Pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali sejak 12 Mei 2019 karena sebelumnya Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup jalur pendakian ke gunung setinggi 3.676 mdpl itu sejak 3 Januari 2019. (ant)

Baca Juga

loading...