Setelah Tutup 4 Bulan, Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka

Zulkiflie

Selasa, 14 Mei 2019 - 12:57

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sempat ditutup selama 4 bulan sejak Desember 2018 lalu, jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur mulai dibuka kembali sejak 12 Mei 2019.

Dibukanya jalur pendakian, dipastikan dengan munculnya surat pengumuman nomor PG.02/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/5/2019/ yang ditandatangani Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ir Jhon Kenedie, Kamis 9 Mei 2019.

Keputusan itu diambil, setelah dilakukan rapat koordinasi dibukanya jalur pendakian Gunung Semeru, pada 24 April 2019 lalu.

Dua poin tertuang dalam surat pengumuman, terkait dibukanya jalur pendakian Gunung Semeru.

BACA JUGA; Tarif Masuk ke Bromo dan Semeru Naik Mulai Juni

Poin pertama, batas aman pendakian direkomendasikan oleh pos pengamatan Gunung Api Gunung Semeru – Gunun Sawur, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, adalah sampai batas kalimati.

Poin kedua, para pihak berwajib melakukan koordinasi dalam menciptakan “Zerro Accident” dan “Zerro Waste” di Gunung Semeru, sesuai kewenangannya masing-masing.

Dihubungi via selulernya, Staf Resort Ranupani Kabupaten Lumajang, Tunangkat mengatakan, sejak dibuka pada minggu lalu sudah ada sekitar 24 pendaki yang naik ke Gunung Semeru.

Mereka adalah para pendaki lokal, yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. Tunangkat menjelaskan, masih sedikit pendaki yang datang karena disinyalir masih belum banyak yang mengetahui jika jalur pendakian sudah dibuka.

BACA JUGA: Polres Probolinggo Bagikan Kopi Gratis untuk Pengemudi di Pantura

“Untuk pendaki masih sedikit mas, mungkin karena baru dibuka jadi masih sedikit yang tahu,”terang Tuangkat, kepada Jatimnet, Selasa 14 Mei 2019.

Tuangkat menjelaskan, ditutupnya jalur pendakian Gunung Semeru selama 4 bulan lalu, merupakan cara recovery atau mengembalikan flora dan fauna di sekitar Gunung Semeru, agar dapat berkembang biak kembali.

“Jadi recovery ini tiap tahun memang dilakukan. Adanya penutupan jalur pendakian, juga bertujuan agar mengamankan pendaki, dari bahaya badai dan hujan yang umumnya terjadi pada Januari – Februari,”paparnya.  

Tuangkat memprediksi, peningkatan jumlahnya pendaki ke Gunung Semeru akan terjadi usai lebaran nanti.

BACA JUGA: Gunung Semeru Tampak "Bertopi"

Guna mengantisipasi lonjakan pendaki, pihak TNTBS akan membatasi jumlahnya hanya sekitar 600 pendaki sehari.

Baca Juga

loading...