JATIMNET.COM, Surabaya - Fenomena langka kembali terjadi pada Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 15 Maret 2019 sore tadi. Bagian puncak gunung api dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu terlihat diselimuti awan hingga membentuk seperti topi capil.

Informasi yang dihimpun Jatimnet.com, fenomena ini pernah terjadi bulan Desember 2018. Pada satu hari di bulan itu, gunung api dengan kawahnya yang bernama Jonggring Saloka ini menampakkan fenomena yang persis terjadi seperti pada Jumat ini.

Foto tersebut diperoleh Jatimnet dari grup whatsapp sebuah keluarga di Kecamatan Candipuro, daerah di kawasan selatan Lumajang. Dari daerah ini, Gunung Semeru tampak lebih dekat dan jelas. Foto tersebut dibagikan pukul 17.45 WIB oleh seorang warga Desa Sumberjo, kecamatan setempat.

BACA JUGA: Pendakian Semeru Ditutup Awal Tahun 2019

Mulyo Tanoyo (64), salah satu anggota di whatsapp group itu menyebut fenomena itu sebagai gunung kudung (gunung berkerudung). Bagi warga di sekitar Semeru, fenomena tersebut bukan hal yang aneh kendati memang jarang muncul.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho pernah dalam cuitannya di akun twitter-nya, mengomentari fenomena ini. Menurut Sutopo, fenomena Gunung Semeru 'bertopi' adalah fenomena alam yang biasa saja.

Fenomena tersebut terjadi karena puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. "Awan ini terbentuk akibat pusaran angin di puncak," tulis Sutopo dalam cuitannya.

Pria asal Boyolali ini pun meminta masyarakat untuk bersikap biasa saja dan tidak mengaitkan fenomena ini dengan mistik atau politik.