Logo

Angin Puting Beliung Terjang Dua Dusun di Probolinggo, 20 Rumah Rusak

Reporter:,Editor:

Sabtu, 07 February 2026 12:30 UTC

Angin Puting Beliung Terjang Dua Dusun di Probolinggo, 20 Rumah Rusak

Warga berkerumun usai terjangan angin puting beliung. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Angin puting beliung menerjang Desa Posangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu sore, 7 Februari 2026. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut terjadi menjelang malam dan mengejutkan warga setempat.

Akibat kejadian itu, sedikitnya 20 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap bangunan yang terlepas atau terangkat akibat terpaan angin kencang.

Pusaran angin yang disertai hujan deras tersebut melanda dua dusun sekaligus, yakni Dusun Beringin dan Dusun Kukun. Kedua wilayah itu tercatat sebagai lokasi terdampak paling parah dalam peristiwa angin puting beliung tersebut.

Menurut keterangan salah seorang warga, Mulyono, angin puting beliung datang dari arah timur laut. Awalnya, pusaran angin terlihat melintas di area persawahan sebelum bergerak cepat menuju permukiman warga dengan kekuatan yang cukup besar.

BACA: Kebakaran Tongkang Batu Bara di Pelabuhan Semen Indonesia Tuban, Ratusan KK Terdampak Asap

“Awalnya cuma angin biasa, tapi tiba-tiba terlihat berputar dari sawah. Tidak lama kemudian langsung masuk ke kampung, atap rumah langsung beterbangan,” ujarnya.

Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menghantam gudang tembakau milik Mulyono. Atap gudang berbahan galvalum terangkat dan mengalami kerusakan cukup parah akibat terpaan angin.

Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam gudang karena kejadian berlangsung sangat singkat dan tiba-tiba.

“Anginnya kencang sekali, atap gudang saya terangkat semua. Kejadiannya cepat, hanya beberapa menit tapi dampaknya besar,” kata Mulyono.

Warga bahu-membahu memperbaiki kerusakan rumah usai terjangan angin puting beliung. Foto: Zulafif

Usai kejadian, warga terdampak langsung bergotong royong memperbaiki rumah masing-masing, khususnya bagian atap yang rusak agar hunian tetap dapat digunakan. Sebagian warga terpaksa memasang terpal sebagai penutup sementara untuk melindungi rumah dari hujan.

Kepala Desa Posangit Leres, Salam, membenarkan peristiwa angin puting beliung tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, sekitar 20 rumah warga terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

“Data sementara ada 20 rumah yang terdampak, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat,” jelas Salam.

BACA: Pascagempa, Pemkab Pacitan Prioritaskan Perbaikan Rumah Warga Terdampak

Hingga Sabtu malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih melakukan pendataan lanjutan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna menentukan langkah penanganan pascabencana.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.