Pemprov Jatim Perluas Jaringan CCTV di Sungai Brantas

Baehaqi Almutoif

Minggu, 26 Mei 2019 - 20:24

JATIMNET.COM, Surabaya – Sepuluh hari pertama masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak langsung membuat gebrakan dengan program adopsi Sungai Berantas.

Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) di bawah pimpinan Khofifah-Emil itu memasang closed circuit television (CCTV) di Sungai Brantas. Memang belum seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang terpasang. Baru bagian jembatan Karang Pilang, di perbatasan Surabaya-Sidoarjo.

Emil yang dikonfirmasi usai membuka seminar Nasional Media Siber yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pekan lalu mengakatan, program tersebut masih trial atau uji coba.

BACA JUGA: Jangan Cuma Pembuang Popok Yang Dibikin Kapok

“Masih dalam tahapan trial, tapi sudah kita lakukan untuk mengatasi masalah sampah popok. (CCTV) sudah terpasang, nanti akan dievaluasi,” kata Emil, Sabtu 18 Mei 2019.

Wakil gubernur kelahiran Jakarta itu mengatakan evaluasi itu penting untuk memperluas kebijakan selanjutnya. Sebabnya, dia ingin menengok dahulu apa saja kendala yang dihadapi. Begitu juga dengan potensi dalam tiga bulan pemasangan CCTV di Sungai Brantas.

“Kami sudah rapat dengan ibu (Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa), dan mematangkan RPJMD. Di situ ibu gubernur membahas bagaimana kita bersinergi dengan jaringan fiber optic,” urainya.

BACA JUGA: Khofifah Bersihkan Popok Di Brantas, Pemkot Usulkan Kolaborasi

Jaringan fiber optic tersebut diharapkan mampu mengawasi DAS Brantas. Titik-titik CCTV diperbanyak, sehingga dapat memberikan kontrol yang lebih luas kepada pembuang sampah dan popok di Sungai Brantas. Dengan begitu sungai tidak lagi kotor.

“Kalau Kota Surabaya kabel fiber optic-nya sudah banyak, karena penetrasi broadband-nya beda sama kota lain di Jatim. Jadi kita ingin coba sinergi dengan ketersediannya broadband untuk memperkuat keberadaan CCTV,” tandasnya.

Baca Juga

loading...