Senin, 06 January 2020 12:16 UTC
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Foto: Restu Cahya.
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemkot Surabaya akan terus memantau kondisi di Surabaya pascahujan deras yang disertai angin kencang pada Minggu 5 Januari 2020 kemarin.
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan pemantauan akan dilakukan di sejumlah jalan protokol yang terdapat pohon besar. Langkah ini dilakukan untuk melakukan tindakan apabila terjadi pohon tumbang saat hujan deras.
“Kami sudah mengerahkan satgas untuk memantau situasi di lapangan, terutama daerah rawan pohon tumbang maupun tiang listrik roboh. Karena saat ini cuaca benar-benar ekstrim,” kata Whisnu, Senin 6 Januari 2020.
BACA JUGA: Pemprov dan PLN Jatim Normalisasi Jaringan Listrik
Berdasarkan laporan BMKG, lanjut Whisnu, selama satu bulan ke depan hujan lebat disertai angin akan terus turun. Dalam kurun waktu dua bulan inilah Pemkot Surabaya akan terus memantau kondisi cuaca.
Selain memantau pohon dan tiang listrik, satgas yang diterjunkan juga diminta untuk memantau papan reklame. “Struktur pondasinya kami harapkan juga dipantau,” Whisnu menambahkan.
Bungsu dari tiga bersaudara itu menegaskan tidak ada prioritas khusus pemantauan di Surabaya. Namun dia meminta satgas memprioritaskan titik yang padat penduduk dan arus lalu lintas.
BACA JUGA: Puting Beliung Terjang Surabaya dan Sidoarjo, Risma Ikut Atur Kemacetan Lalu Lintas
Sementara itu, BMKG Juanda Surabaya mengeluarkan imbauan terkait prakiraan cuaca ekstrem yang akan terjadi selama periode 6-12 Januari 2020. Berdasarkan laman resmi, cuaca ekstrem disebabkan adanya pola tekanan rendah berupa bibit siklon tropis di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara.
Akibatnya terbentuk pertemuan angin atau konvergensi di sepanjang wilayah Jatim. BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar waspada terhadap curah hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jatim, termasuk Surabaya,” tulis pernyataan resmi BMKG Juanda.
