Pemkot Surabaya Imbau Pembagian Takjil tak Macetkan Jalan

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 19 Mei 2019 - 13:26

JATIMNET.COM, Surabaya – Bulan Ramadan 1440 Hijriyah sudah memasuki hari ke 14. Menjelang berbuka puasa, mulai banyak masyarakat, perusahaan maupun organisasi berinisiatif memberikan takjil gratis kepada masyarakat.

Sayangnya, perbuatan baik untuk berbagi ke sesama ini justru menimbulkan kemacetan atau semakin menambah padatnya jalan raya Kota Surabaya.

Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengimbau agar masyarakat tidak bagi-bagi takjil di pinggir jalan raya. Tujuannya agar tidak mengganggu, membahayakan, dan menimbulkan kemacetan.

“Kami sudah memberikan solusi agar masyarakat tidak membagi takjil di ruas jalan,” kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad saat diwawancarai melalui telepon, Minggu 19 Mei 2019.

BACA JUGA: Ada Warok dan Jathil Bagi-bagi Takjil

Solusi tersebut meliputi tempat-tempat umum seperti terminal, Gedung Park and Ride yang dikelola Dishub Surabaya dapat digunakan untuk bagi takjil.

“Kami memiliki 14 terminal dan tempat parkir. Seperti di Jalan Arif Rahmad Hakim, atau di tempat umum yang tidak menambah atau menimbulkan macet,” kata dia.

Ia juga mengungkapakn, Dishub Surabaya tidak mengharuskan untuk membagi takjil di terminal atau tempat parkir. Namun dengan satu ketentuan, yakni di tempat yang lebih luas dan tidak menimbulkan atau menambah kemacetan di Surabaya.

“Ya, seperti memanfaatkan gedung yang punya parkir di dalam atau dengan cara drop off,” singkatnya.

BACA JUGA: Jaga Kerukunan Antar Umat, Polisi Bersama Lintas Agama Bagi Takjil

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya juga akan memberikan imbauan pada pembagi takjil yang mengganggu kenyamanan jalan. Hal ini juga berlaku kepada penjual makanan atau minuman takjil di pinggir jalan.

“Kami imbau untuk komunitas, sedangkan untuk pedagang nanti kita tertibkan. Kita meminta agar jangan sampai menimbulkan kemacetan. Karena adanya pembagian takjil itu, banyak pengguna jalan lain yang dirugikan,” kata Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto.

Oleh karena itu, ia meminta kesadaran dari masyarakat Surabaya. Jika niat baiknya di bulan puasa ini jangan sampai membuat kemacetan di jalan.

Selama imbauan dari Satpol PP maupun Dishub Surabaya sudah disampaikan kepada masyarakat, ia menyampaikan jika akan terus memonitor hingga jelang lebaran.

“Kita monitor, kalau pun kemacetan sifatnya tidak yang betul-betul membuat berhenti, cuman aktivitas jalannya menjadi lebih lambat. Masih bisa ditoleransilah, masih bisa kondusif,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...