Pemkot Surabaya Ancam Angkut Paksa Pengamen tak Tertib

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 27 Mei 2019 - 18:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya mengancam akan mengangkut paksa pengamen jalanan yang masih melanggar peraturan.

Ancaman itu tidak lepas masih ditemukannya pengamen yang bermain di peremptan lampu merah. Padahal Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah memberi jadwal sesuai dengan pendaftaran keanggotaan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Kami akan melakukan pendataan dan memberi giliran tampil para pengamen jalanan. Jika ada yang melanggar aturan, akan kami tertibkan,” kata Kepala Disbudpar Surabaya Antiek Sugiharti saat ditemui di Gedung Kesenian Srimulat, Senin 27 Mei 2019.

Pengamen yang mendapatkan giliran jadwal oleh pemkot akan mendapatkan fasilitas dan pesangon atau gaji. Antiek menjelaskan untuk kegiatan mengamen, pemkot hanya menyediakan taman-taman dan kegiatan tertentu.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Alihkan Kegiatan Kesenian di Balai Pemuda

Apabila ditemukan sejumlah pengamen jalanan (pengamen angklung) masih terlihat di jalanan maupun di perempatan lampu merah, yang tidak mengantongi izin akan ditindak tegas oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya.

“Selanutnya kami tidak mengeluarkan surat izin untuk mengamen di pinggir jalan, apalagi di traffic light," kata dia.

Menurutnya tanda daftar itu sebagai upaya Disbudpar Surabaya melakukan pembinaan dan memonitor kegiatan pengamen. Selanjutnya disbudpar akan mengirim surat pemberitahuan kepada Satpol PP dan Linmas terkait jadwal giliran tampil para seniman.

“Dengan mengantongi surat dari Disbudpar Surabaya membuat para seniman bebas dan leluasa berkreasi,” katanya.

BACA JUGA: Ludruk Kita Wajib Dijaga

Dia juga menegaskan, meskipun pengamen mengantongi tanda daftar dari Disbudpar Surabaya, tetap tidak boleh mengamen di pinggir jalan, perempatan dan tempat-tempat yang mengganggu jalanan umum. Hal ini pun sudah sering dikatakannya kepada pengamen untuk mengedukasi agar tidak turun ke jalanan.

“Bu wali (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini) menginginkan mereka harus hati-hati selama di pinggir jalan. Itu kan juga berbahaya untuk pengamennya dan pengguna jalan lain,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, jika penertiban yang dilakukan Satpol PP tidak serta merta dilakukan begitu saja. Sebab, Disbudpar Surabaya telah mendata tanda daftar pengamen, kemudian diberikan kepada Satpol PP pengamen mana saja yang melanggar dan perlu ditertibkan.

Baca Juga

loading...