Pemkot Surabaya Alihkan Kegiatan Kesenian di Balai Pemuda

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 27 Mei 2019 - 15:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalihkan kegiatan kesenian di Gedung Kesenian Pertunjukkan Srimulat ke Balai Pemuda. Pengalihan ini dilakukan karena pemkot akan melakukan pengosongan kawasan tersebut.

“Kami mengambil alat-alat musik untuk dipindahkan ke Balai Pemuda. Nantinya semua seniman bisa berlatih secara gratis," kata Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya Antiek Sugiharti saat dijumpai usai sosialisasi pengosongan kawasan di Gedung Kesenian Pertunjukkan Srimulat di Gedung Hi Tech Mall, Senin 27 Mei 2019.

Sosialisasi ini diharapkan tidak ada bentrok maupun kesan pemaksaan ketika pengosongan kawasan pada 10 Juni 2019 mendatang.

Antiek mengungkapkan akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para seniman. Misalnya dengan tetap memberikan jadwal tampil para seniman yang terdaftar di Dinas Pariwisata Kota (Disparta) Surabaya.

BACA JUGA: Ludruk Kita Wajib Dijaga

“Jadi, kami bukan memutus tampilan, misalnya Renggojani kemarin tampil pada hari Jumat (24 Mei 2019). Kami berikan fasilitas dan justru mereka mendapatkan pendapatan dari pemkot," kata dia.

Ia menegaskan pendataan seniman di Kota Surabaya ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan pemerataan pendapatan seniman. Menurutnya, semua seniman akan mendapatkan giliran untuk menampilkan kreasinya yang dibayar pemkot.

Namun, untuk seniman yang membuat kegiatan sendiri bersama sponsor, lanjut Antiek, harus melakukan pembayaran sesuai aturan daerah. “Harus dibedakan antara jadwal dan kegiatan pribadinya," kata dia.

BACA JUGA: Seniman Jepang Kolaborasikan Kesenian Ponorogo dengan Musik dari Persia

Bahkan dia mencontohkan, selama ini Disparta Surabaya memberikan kesempatan kepada seniman Ketoprak, Wayang dan Ludruk untuk tampil di beberapa tempat, dan mereka dibayar pemkot.

Antiek berharap warga yang tinggal di kawasan Gedung Kesenian ini memenuhi surat kejaksaan dan pindah dengan barang-barang yang dimilikinya. Agar nantinya tidak timbul masalah ketika somasi berlangsung.

“Jadi, jangan sampai datang ke DPRD menyampaikan ke media bahwa pemkot tidak mendukung kesenian dan tidak pro rakyat,” katanya.

Baca Juga

loading...