JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) mengklaim Indeks Kualitas Udara selama empat tahun terakhir semakin baik.

Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebutkan, pada tahun 2015 IKU mencapai level 83,85, dan pada 2016 meningkat jadi 89,47. Kemudian pada 2017 naik lagi di angka 90,26, dan 2018 mencapai 90,27.

Menurut Kepala Seksi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ulfiani, semakin tinggi nilainya semakin baik kualitas udaranya. Dan setiap tahunnya kualitas udara Surabaya semakin meningkat.

“Jadi nilai indeksnya itu mulai dari 0-100 levelnya. Kalau semakin tinggi jadi semakin bagus kulitas udaranya. Apalagi saat ini semakin banyak RTH di Surabaya,” kata Ulfani saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu 10 April 2019.

BACA JUGA: Empat Jenis Tanaman Hias yang Bisa Murnikan Udara

Tahun ini, Pemkot juga berencana memasang dua alat pendeteksi kualitas udara portabel (Ambient). Alat portabel ini nantinya akan dipasang di jalan-jalan protokol Surabaya.

"Dua alat tersebut merupakan gas monitoring dan particulate counter protable," ujarnya.

Rencananya alat ini akan diadakan pada Juni 2019 mendatang dan merupakan alat pemantau kualitas udara portabel pertama yang dimiliki Pemkot Surabaya.

“Yang terpampang di area industri itu sudah ada empat, salah satunya kita taruh di kawasan Margomulyo. Ini kami tambah yang portabel jumlahnya dua unit,” kata Ulfiani.

Pengadaan alat portabel ini bertujuan untuk mengukur kualitas udara di tengah kota atau jalan protokol. Sehingga bisa memantau kualitas udara di tengah kota.

Ulfiani mengungkapkan, alat ini akan ditempatkan di traffic light seperti Jalan Polisi Istimewa, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Raya Darmo.

BACA JUGA: DLH Jatim Koreksi Hasil Penelitian Ecoton

“Diletakkannya pada jam-jam sibuk. Nanti kami pantau selama tiga hari. Misalnya di kawasan Jalan Darmo, nah itu selama sehari kita pantau, terus besoknya lagi kami taruh situ lagi,” katanya.

Ia mengaku, berkat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya berdmapak pada peningkatan kualias udara yang semakin baik. Data tersebut diperoleh dari alat pemantau indeks kualitas udara (IKU) yang sudah ada saat ini.

"Selain itu juga dibarengi dengan uji kelayakan kendaraan bermotor atau angkutan massal oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya," kata Ulfiani.

Dirinya juga menyatakan, manajemen transportasi yang diterapkan oleh Dishub Surabaya sudah lebih baik dan membantu mengurangi polusi udara.