JATIMNET.COM, Malang - Pemerintah menyiapkan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk nelayan, menyusul suksesnya program KUR Peternakan Rakyat, yang dinilai telah berhasil mendorong sektor perekonomian tradisional di pedesaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan skema penyaluran KUR Nelayan tersebut.

"Itu kredit untuk modal kerja, bisa untuk beli kapal, tapi bukan kapal yang besar," kata Darmin, Sabtu 9 Februari 2019.

BACA JUGA: Kunjungi Trenggalek, Menteri Susi Sentil Nelayan Prigi

Darmin menjelaskan, diperkirakan harga satu buah kapal berukuran 10 Deadweight Tonnage (DWT) kurang lebih sebesar Rp1 miliar. Penyaluran KUR Nelayan tersebut nantinya tidak bisa diberikan kepada perseorangan, akan tetapi harus berupa kelompok.

Menurut Darmin, rencananya tiap-tiap kelompok nelayan yang akan mengajukan KUR Nelayan tersebut minimal beranggotakan tiga orang. Sehingga, masing-masing nelayan akan mendapatkan plafon yang mencukupi untuk pembelian kapal saat dana tersebut digabungkan.

"Misal tiga orang, masing-masing bisa Rp 300 juta, bisa dapat kapalnya," ujar Darmin.

BACA JUGA: Tangkapan Ikan Menurun, DKP Jatim Sarankan Nelayan ke Budidaya

Salah satu hal yang menjadi pekerjaan tumah adalah, terkait dengan pendataan para nelayan tersebut. Hal itu dikarenakan para nelayan banyak menghabiskan waktu di laut, bukan seperti petani atau peternak yang memiliki rutinitas setiap harinya.

Berdasar catatan, untuk perahu-perahu besar yang menangkap ikan di laut, bisa menghabiskan waktu di laut selama tiga minggu. Sementara untuk perahu yang lebih kecil, akan melaut selama dua hingga tiga hari, dan untuk kapal jenis sekoci bisa melaut selama satu minggu.

Kondisi tersebut, akan menyulitkan pendataan calon debitur oleh pihak perbankan, mengingat besaran pinjaman yang dikeluarkan tidak sedikit. Namun, Darmin menyatakan bahwa kendala tersebut bisa diselesaikan dengan Teknologi Informasi (TI) yang dimiliki Indonesia.

BACA JUGA: Produksi Garam di Probolinggo Melebihi Target

"Mereka bergerak terus, kita punya IT yang baik. Itu setiap bank, bisa melakukan pencatatan, dan akan dikirim ke pusat. Kemudian akan diteliti. Akan memanfaatkan IT terkait hal itu," ujar Darmin.

Selain menyiapkan skema KUR Nelayan, Darmin juga menyatakan tengah menyiapkan KUR Petani Garam.

Penyaluran KUR Petani Garam nantinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi petani garam supaya hasil produksinya lebih baik.

"Kemudian petani garam, sudah lama tidak diurusi. Petani garam agar dia bisa memperbaiki cara memproduksi garam, sehingga garamnya lebih bagus. KUR itu diikuti dengan sangat cermat oleh presiden," ujar Darmin.

Pemerintah saat ini tengah menggenjot penyaluran KUR untuk sektor-sektor produktif, tidak seperti sebelumnya, yang difokuskan pada pedagang.

Proporsi KUR saat ini dinaikkan untuk sektor produktif, utamanya menyangkut Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). (ant)