Tangkapan Ikan Menurun, DKP Jatim Sarankan Nelayan ke Budidaya

Baehaqi Almutoif

Senin, 28 Januari 2019 - 10:14

JATIMNET.COM, Surabaya – Produksi tangkap ikan laut dalam beberapa bulan terakhir menurun drastis.  Cuaca buruk dan ombak tinggi menjadi penyebabnya. Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur menyarankan nelayan beralih ke budidaya ikan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur Gunawan Saleh mengatakan, untuk saat ini pihaknya memberikan program kepada nelayan untuk budidaya lele. Bantuan ini diberikan karena banyaknya nelayan yang tidak melaut.

“Bulan-bulan ini adalah waktu yang pas. Kalau diberikan pada musim cuaca baik, nelayan biasanya lebih memilih melaut ketimbang budidaya lele,” tandasnya.

Gunawan mengungkapkan turunnya produksi tangkap ikan laut terjadi sejak Oktober 2018, di bulan itu nelayan masih mampu mengumpulkan 39.210,6 ton. Namun, pada November 2018 turun menjadi 38.888,7 ton.

BACA JUGA: Palfon KUR 2019 Mencapai Rp 140 Triliun

Sedangkan Desember menurun lagi hingga 30.275,1 ton. “Di Malang mengalami penurunan tajam. November tangkapannya bisa mencapai 1.000 ton, kemudian Desember hanya mampu menghasilkan 450 ton saja,” ujar Gunawan, Senin 28 Januari 2018.

Menurutnya, turunnya produksi tangkapan ikan laut ini disebabkan gelombang tinggi di perairan Jawa Timur. Ia memprediksi kondisi seperti ini akan terus bertahan hingga Maret mendatang.

Selama menunggu membaiknya cuaca, lanjut Gunawan, nelayan terus memantau perkembangan cuaca. “Kalau ada sela-sela cuaca baik dan gelombang turun biasanya nelayan akan melakukan aktivitas menangkap ikan sehari dan langsung pulang,” ungkapnya.

Kendati demikian, pelabuhan yang ada syahbandar perikananannya tetap akan mengeluarkan surat persetujuan berlayar (SPB) jika ketinggian gelombang air laut hingga empat meter. Hingga saat ini gelombang yang paling tinggi adalah wilayah Selatan.

Baca Juga

loading...