Logo

Partisipasi Masyarakat Warnai Musrenbang Ponorogo 2027

Reporter:,Editor:

Kamis, 12 March 2026 08:43 UTC

Partisipasi Masyarakat Warnai Musrenbang Ponorogo 2027

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, memberikan sambutan pada Musrenbang Kabupaten Ponorogo yang dilaksanakan di Gedung Sasana Praja. Foto: Gayuh

JATIMNET.COM, Ponorogo — Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai merancang arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kegiatan tersebut digelar untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan daerah.

Musrenbang yang berlangsung di Gedung Suasana Praja, Kamis, 12 Maret 2026, dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

BACA: DPRD dan Pemkab Ponorogo Sepakati KUA-PPAS 2026, Fokus Naikkan PAD Tanpa Bebani Rakyat

Dalam forum tersebut, para peserta diberi kesempatan menyampaikan usulan maupun masukan terkait kebutuhan pembangunan di Kabupaten Ponorogo. Pemerintah daerah menilai partisipasi berbagai elemen masyarakat penting agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan Musrenbang menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Jadi memang kita beberapa dari beberapa indeks itu kita kumpulkan capaian pembangunan sehingga kita bisa evaluasi dari sini. Tadi juga ada beberapa masukan dari masyarakat, ke depannya intinya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Lisdyarita.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ponorogo, Luhur Apidianto, menyebut Musrenbang kali ini diikuti sekitar 656 peserta yang hadir secara langsung maupun daring.

Menurutnya, forum tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang bersifat partisipatif.

“Kegiatan ini merupakan wujud pendekatan partisipatif dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam membahas rancangan akhir dokumen rencana pembangunan daerah,” pungkas Luhur.