
Reporter
Hari SantosoKamis, 29 Agustus 2019 - 12:52
Editor
Hari Santoso
Tri Susanti (tengah). Foto: Dok.
JATIMNET.COM, Jakarta - Partai Gerindra tidak memberikan bantuan hukum kepada mantan caleg Tri Susanti yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi demo di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jumat 16 Agustus 2019 lalu.
Partai Gerinda akan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penegak hukum, seperti yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade.
"Enggak ada bantuan hukum. Itu kan urusan pribadi yang tidak ada kaitan dengan partai. Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," kata Andre kepada Suara.com, Kamis 29 Agustus 2019.
BACA JUGA: Jadi Tersangka Ujaran Kebencian di Asrama Papua, Tri Susanti Diperiksa Jumat
Ia menegaskan bahwa Susanti bukan merupakan kader Gerindra, melainkan hanya sebagai caleg saat Pemilu 2019.
"Enggak, caleg doang," ujarnya.
Diketahui, Polda Jawa Timur menyebutkan politikus Gerindra Tri Susanti alias Mak Susi jadi provokator demo di AMP Surabaya. Mak Susi pun ditetapkan jadi tersangka kasus penyebaran berita bohong dan penghasutan.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan tersangka dianggap sebagai provokator dalam kegiatan pengibaran bendera di AMP Surabaya, hingga menyebabkan terjadinya keributan.
BACA JUGA: Koordinator Aksi Tri Susanti Bantah Gerakkan Massa ke Asrama Mahasiswa Papua
Politisi Partai Gerindra ini juga dianggap telah menyebarkan kabar bohong tentang adanya perusakan dan perobekan bendera merah putih di depan AMP Jalan Kalasan, Kota Surabaya. Padahal, bendera merah putih yang isunya dirobek itu, kondisinya masih utuh.
“Bendera tidak robek, tapi diberitakan robek, yang bersangkutan tidak melihat langsung sehingga ini hoaks, menjadikan keruh suasana,” ujar Kapolda di Polda Jawa Timur, Kamis 29 Agustus 2019.
Sejumlah barang bukti pun diamankan petugas kepolisian dari tangan tersangka. Meliputi, empat buah telepon genggam, sejumlah file video pada saat insiden terjadi hingga tampilan komunikasi yang berisi ajakan menggelar aksi di AMP Surabaya.
“Bahkan baju yang dipakai pada saat kegiatan juga kita amankan,” kata Kapolda.