Parade Bunga Sisakan 41 Ton Sampah

Hari Istiawan

Minggu, 24 Maret 2019 - 20:15

JATIMNET.COM, Surabaya  - Parade Bunga Surabaya Vaganza 2019 yang digelar Pemkot untuk memperingati Hari Jadi ke-726, Minggu 24 Maret 2019 menyisakan sampah sekitar 41 ton.

"Kami sudah mengerahkan petugas pasukan kuning dan dibantu satgas lainnya untuk terjun mengatasi sampah yang berserakan di sepanjang jalan yang dilalui peserta Surabaya Vaganza," kata Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau  Pemkot Surabaya, Agus Hebby, Minggu 24 Maret 2019.

Menurutnya, jumlah sampah yang telah terangkut usa acara sebanyak 41 ton dengan rincian 12 unit truk mengangkut 36 ton sampah, 2 unit swiper mengangkut 3 ton sampah dan 2 unit mobil compaktor sebanyak 12 ton sampah.

BACA JUGA: 78 Peserta Meriahkan Parade Bunga Vaganza 2019

Sampah tersebut, lanjut dia, tidak hanya berasal dari peserta Surabaya Vaganza yang terdiri mobil hias, beberapa grup drumband, komunitas, pelajar sekolah, dan mahasiswa. Tapi juga berasal dar ribuan warga Surabaya yang menyaksikan acara tersebut.

Pantauan di sepanjang Jalan Raya Darmo yang dilewati parade, tampak tumpukan berbagai sampah yang berserakan mulai dari bunga hingga botol plastik bekas air mineral.

Namun, seratusan pasukan kuning bekerja ekstra cepat untuk mengatasi sampah yang menumpuk ini mulai dari ujung Jalan Raya Darmo. Mereka membersihkan sampah hingga menuju titik terakhir di Taman Bungkul Surabaya.

BACA JUGA: Parade Bunga, Pemkot Surabaya Usung Tema Puspawarni

Tidak hanya pasukan kuning yang terjun untuk mengatasi sampah ini, kontainer sampah hingga truk pengangkut sampah pun dikerahkan untuk mengatasinya. Selain itu, DKRTH juga mengerahkan dua unit mobil compaktor dan dua unit mobil swiper.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Surabaya Vaganza pada 2019 ini lebih banyak budaya yang ditampilkan. Untuk itu, melalui pawai budaya ini, ia ingin berbagai elemen masyarakat yang tinggal di Surabaya bisa terus rukun dan saling menghormati.

"Saya berharap ini menjadi pemersatu kita untuk tidak mempermasalahkan lagi siapa kita, asal usul kita, agama kita dan suku kita," katanya.

Kegiatan rutin tiap tahun ini cukup menarik karena diikuti oleh 13 wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Wilayah IV yang menggelar rapat koordinasi di Surabaya.

Mereka juga mengikuti parade dengan menaiki kendaraan mobil Jeep Willys dan mengenakan busana adat daerah. (ant)

Baca Juga

loading...