Pernikahan Dini Salah Satu Penyebab Stunting

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 11 Januari 2019 - 10:51

JATIMNET.COM, Surabaya - Pernikahan dini ternyata dapat menyebabkan stunting pada bayi.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Prof. Dr.  Merryana Adriani, S. KM., M. Kes mengatakan kurangnya asupan makanan saat kehamilan dan tak terpenuhinya gizi balita usia 0-24 bulan itu pemicunya.

"Wanita menikah usia dini yang hamil mengalami proses tumbuh sekaligus mengandung. Karena usia remaja mengalami masa pertumbuhan cepat tahap dua," kata Merryana diwawancarai di Ruang Dosen Unair C, 10 Januari 2019.

Artinya, asupan gizi calon ibu tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk janin dalam rahimnya.

Karena sedang dalam tahap pertumbuhan, mereka juga cenderung tidak mengetahui dampak pertumbuhan janin.

BACA JUGA: Stunting, Usia Sama Tinggi Beda

Padahal, saat masa kehamilan, janin harus mendapat asupan yang lengkap agar sel otak janin berkembang. "Supaya tidak terlahir dalam kondisi kekurangan gizi. Karena bisa memicu kondisi stunting atau terlahir cacat," katanya.

Merryana mengatakan stunting di Indonesia banyak terjadi, salah satunya karena pernikahan dini atau pihak wanitanya berusia di bawah 17 tahun.

Guru besar Universitas Airlangga angka pernikahan dini di Indonesia, khususnya di Jawa Timur masih tinggi.

Banyak faktor pendorongnya antara lain budaya atau dorongan dari dirinya sendiri.

Dia mencontohkan pernikahan dini yang terjadi di Madura lebih karena faktor budaya mencegah perzinahan.

"Lain halnya dengan Bondowoso, banyak pernikahan dini karena perempuan ingin bebas dari rumah orang tuanya dan bekerja sebagai buruh dengan UMR 4 juta," katanya.

BACA JUGA: Asisten Rumah Tangga Bisa Sebabkan Stunting

Tapi mereka lupa perempuan yang menikah harus siap untuk hamil dan punya anak. "Banyak orang tak sadar akan hal ini." tambahnya.

Faktor pendidikan juga sangat mempengaruhi pola pikir generasi muda. "Pernikahan dini membuat mereka kurang pengetahuan tentang menikah, hamil dan merawat bayi," katanya.

Seorang wanita yang akan menikah harus matang dari segi umur dan pemikiranya. "Seorang ibu bertanggung jawab membentuk seorang anak dari sisi mental maupun psikis," katanya.

Karena itu, Merryana mengatakan jika belum siap menikah, tak perlu menikah dulu. "Senang-senang dulu saja. Lakukan apa yang ingin dilakukan. Tapi harus diingat, wanita punya usia reproduksi," tambahnya.

Baca Juga

loading...