JATIMNET.COM, Nunukan – Pemkab Nunukan, Kalimantan Utara resmi menutup lokalisasi yang ada di Jalan Persemaian Kelurahan Nunukan Tengah. Penutupan ini merupakan program pemerintah tentang penanganan prostitusi menuju Indonesia bebas lokalisasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus menyatakan sebelum dilakukan penutupan telah dilakukan sosialisasi sejak 2018 lalu. Selain itu, Pemkab Nunukan telah melakukan identifikasi penghuni, penelusuran, dan memberikan pelatihan serta keterampilan berwira usaha bagi penghuninya.

“Tujuannya agar eks penghuni lokalisasi dapat menyambung hidupnya dengan pekerjaan yang normal,” ujar Serfianus, Kamis 10 Januari 2019.

BACA JUGA: Kirgizstan Tak Kriminalisasi Prostitusi

Selanjutnya Pemkab Nunukan akan memulangkan eks penghuni lokalisasi yang merupakan pekerja seks komersial (PSK) itu ke kampung asalnya masing masing.

Adapun anggaran pemulangannya ditanggung oleh Kementerian Sosial berupa bantuan stimulan usaha, bantuan jaminan maupun transportasi lokal.

“Semoga mereka dapat kembali ke keluarga mereka, dengan hidup wajar dan mandiri sesuai norma yang berlaku di daerahnya nanti,” lanjut Serfianus di sela penutupan lokalisasi yang telah beroperasi puluhan tahun itu.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Harus Jeli Antisipasi Prostitusi Online

Pada kesempatan berbeda, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Alis Suyono mengatakan, sesuai hasil pendataan jumlah penghuni lokalisasi ini sebanyak 27 orang.

Ke-27 orang tersebut telah terdaftar sebagai penduduk Kabupaten Nunukan sebanyak 13 orang dan sisanya berasal dari luar daerah.

“Mengenai dana stimulan yang akan diberikan setiap orang akan mendapatkan Rp 5,5 juta,” kata Alis Suyono.

Namun dana yang dijanjikan Kementerian Sosial untuk dicairkan pada Desember 2018 itu ternyata digunakan untuk bantuan korban gempa Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, Pemkab Nunukan masih menunggu pencairan langsung kepada rekening eks perempuan tuna susila ini.(ant)