Sabtu, 21 February 2026 12:20 UTC

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat hadir dan memberikan ceramah lingkungan di kampus Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu, 22 Februari 2026. Foto: Humas Unmuh Jember
JATIMNET.COM, Jember – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa menjaga kelestarian hutan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan amanah kekhalifahan manusia di muka bumi.
Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember.
“Islam memiliki fondasi teologis yang kuat dalam menjaga lingkungan. Di dalam Al-Qur’an serta praktik para khalifah, kita diajarkan tentang larangan perusakan alam, bahkan dalam kondisi perang,” ujar alumnus Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman, menurutnya, menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan merupakan ajaran fundamental yang kini relevan dengan konsep “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”.
BACA: Lagi, Bayi Perempuan Diduga Dibuang di Teras Rumah Kebonagung Jember, Menangis Dini Hari
Sebagai kader Muhammadiyah yang tumbuh dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga sekolah formal Muhammadiyah, Raja Juli menyebut kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral.
“Saya tumbuh besar dari Muhammadiyah, karena itu saya mengemban tanggung jawab moral akan hal ini,” papar Raja Juli.
Ia menilai nilai-nilai teologis tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret, termasuk reformasi tata kelola hutan dan penguatan pengawasan.
Dalam konteks pendidikan tinggi, ia juga membuka peluang pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) bagi perguruan tinggi. Skema tersebut memungkinkan kampus memanfaatkan kawasan hutan untuk riset sekaligus pengembangan produktif berbasis keberlanjutan.
BACA: Menhut Raja Juli Target Tambah Puluhan Ribu Polisi Hutan
Ia menyebut enam Universitas Muhammadiyah telah memperoleh akses KHDTK dan membuka peluang serupa bagi Universitas Muhammadiyah Jember.
Ia menutup sambutannya dengan memohon dukungan agar dapat menjalankan amanah menjaga hutan secara istiqamah demi mencegah kerusakan lingkungan di masa mendatang.
