Eksekusi berlangsung dramatis, motor petugas kejaksaan ditabrak

Kejari Surabaya Eksekusi Mantan Ketua DPRD

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 9 Januari 2019 - 09:53

JATIMNET.COM, Surabaya - Kejari Surabaya akhirnya mengeksekusi Wisnu Wardhana di Jalan Raya Kenjeran, Rabu 9 Januari 2019, sekitar pukul 06.30 WIB.

Wisnu yang sedang bersama anaknya itu sempat melawan petugas dan berusaha kabur dengan menabrakkan mobil Daihatsu Sigra dengan nopol M 1732 HG ke sepeda motor milik petugas Kejari Surabaya.

Aksi tersebut tidak berlangsung lama, lantaran mobil tidak dapat bergerak setelah sepeda motor yang ditabrak menahan mobil hingga terangkat roda depannya. Kejadian tersebut mengundang perhatian pengguna jalan raya yang pagi tadi lalu lintasnya cukup padat.

Saat akan dibawa ke mobil petugas Kejari Surabaya, terlihat anak lelaki Wisnu Wardhana meneriaki petugas.

"Jangan ditarik, jangan ditarik," teriaknya sambil menghalangi petugas yang akan membawa Wisnu Wardhana ke Lapas Surabaya.

BACA JUGA: Pernah Divonis Kasus Korupsi KPU Loloskan Wisnu Wardhana Menjadi Caleg Hanura

Wisnu Wardhana yang juga mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 dieksekusi setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Wisnu terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengalihan aset PT. Panca Wira Usaha Jatim (BUMD) dengan kerugian kurang lebih 11 Milyar.

Dalam putusan itu, Wisnu divonis 6 tahun dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan, serta wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 1.566.150.733 subsider 3 tahun.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung membenarkan eksekusi di Jalan Raya Kenjeran terhadap Wisnu Wardhana. Kejari Surabaya telah menerima salinan putusan dari MA.

"Petugas langsung mengeksekusi yang bersangkutan saat berada di Jalan Raya Kenjeran," ucapnya, Rabu, 9 Januari 2019.

Setelah dieksekusi, Wisnu Wardhana langsung dibawa petugas ke Lapas Klas 1 Surabaya yang ada di Porong, Sidoarjo.

"Yang bersangkutan akan menjalani hukuman selama enam tahun sebagaimana putusan MA yang sudah keluar," tegasnya.

Richard mengakui sempat ada upaya melarikan diri. Tapi berhasil dihentikan petugas. "Motor petugas kami sempat menahan laju mobil terpidana," jelasnya.

Baca Juga

loading...