Dishub Jatim: Tidak Ada Penumpang yang Terlantar

Nani Mashita

Selasa, 25 undefined 2018 - 12:04

JATIMNET.COM, Surabaya – Selama libur Natal dan tahun baru, terminal-terminal yang ada di Jawa Timur dilaporkan terjadi peningkatan volume penumpang. Sejauh ini, belum ditemukan kasus pelanggaran tarif maupun penumpang yang terlantar.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Fattah Jasin membenarkan bila ada peningkatan signifikan jumlah penumpang yang masuk ke Jatim. Namun ia memastikan semua penumpang bisa terangkut. “Kami sudah siapkan armada, dan sejauh ini tidak ada penumpang yang terlantar,” kata Fattah saat ditemui di Surabaya, Selasa 25 Desember 2018.

Dari pantauan yang dilakukan oleh Dishub Jatim juga dipastikan tidak ada kenaikan tarif untuk bus ekonomi. Adapun bus patas, selama Nataru, terpantau ada kenaikan tarif yang disesuaikan dengan mekanisme pasar. “Kenaikan bus patas kita serahkan ke mekanisme pasar, kalau untuk bus ekonomi sudah ada tarif atas dan tarif bawah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Isa Anshori menjabarkan jumlah bus yang disiapkan selama masa Nataru sebanyak 5.900 buah. Rinciannya, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebayak 1.974 armada dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 3.926 armada.

BACA JUGA: Libur Nataru, 228 Petugas Dishub Surabaya Standby di Terminal

“Dishub juga mengerahkan kendaraan penunjang sebanyak 2.948 armada yang terdiri dari bus pariwisata sebanyak 2.203 kendaraan, 507 bus cadangan dan 238 angkutan antar jemput,” ujarnya.

Adapun jumlah penumpang yang yang terpantau hingga H-3 mengalami peningkatan cukup signifikan. Jatim memiliki 26 terminal penumpang tipe B,  puncak arus liburan terjadi pada H-4 sebanyak 66.098 orang. Di terminal penumpang tipe A, puncak arus liburan terjadi pada  H-5 sebanyak 40.515 orang.

Dikatakannya, jumlah bus yang disediakan sudah mencukupi kebutuhan angkutan umum selama Nataru. Dia juga memastikan tidak ada laporan yang dia terima jika terjadi penumpukan penumpang. “Bus yang ada sudah mencukupi kebutuhan angkutan umum selama Nataru,” katanya.

Soal pemantauan tarif, terutama untuk angkutan umum bus ekonomi, Isa Anshori menyatakan belum ada temuan pelanggaran. Dia mengatakan khusus bus patas disesuaikan dengan mekanisme pasar. “Jadi operator yang menentukan tarif, kalau permintaan tinggi tarif dinaikkan atau kalau penumpang dianggap tak banyak bisa saja diturunkan tarifnya,” katanya.

Baca Juga

loading...