OJK Temukan 144 Perusahaan Fintech Ilegal

Baehaqi Almutoif

Minggu, 28 April 2019 - 16:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan 144 perusahaan financial technology peer to peer lending (penyelenggara layanan jasa keuangan) yang tidak memiliki izin usaha atau ilegal.

"Jumlah fintech (financial technology) lending ilegal yang beredar masih banyak. Kami mohon masyarakat tetap waspada dan berhati-hati sebelum memilih perusahaan fintech lending," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing dalam keterangan resminya, Minggu 28 April 2019.

Dalam catatan OJK, pada 24 April 2019 Satgas Waspada Investasi telah menghentikan 73 usaha yang diduga melakukan kegiatan tanpa izin, dan berpotensi merugikan masyarakat.

BACA JUGA: Sobatku Sasar Pasar Nasabah yang Malas ke Bank

Beberapa jenis kegiatan usaha yang dihentikan Satgas Waspada Investasi di antaranya, 64 Trading Forex, lima investasi uang tanpa izin, dua multi level marketing, satu investasi perkebunan, dan satu investasi cryptocurrency. Dengan jumlah tersebut Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 menghentikan 120 entitas.

Selain menghentikan 120 entitas tanpa izin, lanjut Tongam, OJK juga menemukan 543 entitas yang diduga tidak memiliki izin. Jumlah tersebut meningkat dari 2018 yang berjumlah 404 entitas. Total sampai saat ini telah ada 947 entitas yang telah ditangani OJK.

"Penawaran investasi ilegal juga masih banyak di masyarakat, dan ini sangat berbahaya bagi ekonomi masyarakat. Masyarakat diminta selalu berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," kata Tongam.

BACA JUGA: OJK Kenalkan Program Pembukaan Rekening Efek Secara Elektronik

Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal.

Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut. Karenanya Tongam mengimbau agar masyarakat segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal.

Ia mengingatkan, yang perlu diwaspadai masyarakat terkait fintech lending peer to peer adalah pertama, memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

BACA JUGA: Pelaku Fintech Wajib Lindungi Nasabah dari Pencurian Data

Kedua, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Ketiga, memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dan keempat, informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat juga dapat mengonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Baca Juga

loading...