Pelaku Fintech Wajib Lindungi Nasabah dari Pencurian Data

Rochman Arief

Senin, 8 April 2019 - 14:47

JATIMNET.COM Jakarta – Pelaku industri financial technology (fintech/ teknologi finansial) pinjaman online harus memiliki sistem informasi dan teknologi yang andal agar dapat melindungi data nasabah dari pencurian pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Industri fintech pinjaman daring yang saat ini berkembang pesat di Indonesia. Untuk itu harus disiapkan berbagai antisipasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi,” kata pengamat ekonomi digital dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, Senin 8 April 2019.

Menurutnya, agar keberlangsungan industri fintech atau teknologi finansial (tekfin) pinjaman daring terus terjaga maka perlu antisipasi kemungkinan pencurian data dengan melindungi server dan data nasabah.

“Peningkatan standar enkripsi menjadi salah satu poin penting yang harus segera dilakukan,” ujarnya.

BACA JUGA: OJK: Fintech Bisa Bermanfaat Bagi Perekonomian Nasional

Tantangan lainnya yang juga berpotensi terjadi pada industri fintech pinjaman daring adalah ancaman kegagalan pembayaran.

“Perlu edukasi nasabah pinjaman daring agar meminjam sesuai kebutuhan dan juga memperhitungkan kemampuan membayar sesuai perjanjian yang disetujui bersama dengan penyedia jasa,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Affairs UangTeman, Adrian Dosiwoda mengakui tiga tantangan yang dihadapi industri fintech pinjaman daring di Indonesia, yaitu sistem teknologi informasi, nasabah, maupun juga rencana bisnis.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu pemain di industri fintech, UangTeman sudah melakukan berbagai antisipasi dan solusi menghadapi persoalan yang berpotensi merugikan industri jasa keuangan.

BACA JUGA: Mulai 2019 Semua Perusahaan Fintech Harus Terdaftar di OJK

“UangTeman secara rutin meng-upgrade sistem teknologi dan informasi untuk melindungi data nasabah dari potensi pencurian oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Adrian.

Selain itu, mengedukasi nasabah yang meminjam melalui UangTeman untuk melakukan pinjaman secara bertanggung jawab dan memperhitungkan kemampuan membayar saat jatuh tempo.

Dengan edukasi ini angka non-performing loan (NPL) yang dimiliki UangTeman berada pada level yang rendah dibandingkan dengan platform pinjaman daring serupa.

Angka NPL UangTeman di tahun 2018 berada pada 2,9 persen sedangkan sejak tahun 2015-2018 rata-rata NPL UangTeman adalah 2,1 persen dan ini merupakan yang terendah dibandingkan dengan platform serupa lainnya. (ant)

Baca Juga

loading...