Nyepi, Wisatawan Bromo Dilarang Beraktivitas di Luar Ruangan

Zulkiflie
Zulkiflie

Kamis, 7 Maret 2019 - 17:52

JATIMNET.COM, Probolinggo – Jalur menuju lokasi wisata Gunung Bromo yang melitas di perkampungan warga Hindu ditutup sepanjang Nyepi, Kamis 7 Maret 2019. Wisatawan yang menginap di hotel pun dilarang beraktivitas di luar ruangan.

“Untuk wisatawan yang menginap di hotel tidak boleh beraktivitas di luar hotel hingga 24 jam ke depan," kata Camat Sukapura Yulius Christian, Kamis 7 Maret 2019.

Penutupan akses itu, ia mengatakan, berlangsung sejak pukul 05.00 WIB. Sejumlah anggota polisi, tentara, dan seratusan Jagabaya dikerahkan untuk berjaga di titik lokasi tertentu.

BACA JUGA: Pesan Nyepi untuk Kedamaian Tahun Politik 2019

Menurut Yulius, ada lima desa di Kecamatan Sukapura yang warganya menjalankan Catur Brata Nyepi. Desa Wonokerto, Ngadas, Wonotoro, Jetak, dan Ngadisari.

Adapun penutupan akses melintasi perkampungan warga Hindu itu dipusatkan di beberapa titik. Di antaranya Desa Wonokerto yang menjadi pintu utama.

Penutupan akses saat Nyepi kali ini, ia melanjutkan, merupakan yang kedua kalinya. Tahun lalu, penutupan serupa juga dilakukan atas permintaan Persatuan Umat Hindu Suku Tengger.

BACA JUGA: 949 Narapidana Terima Remisi Nyepi

Ketua Paruman Walaka Hindu Dharma Suku Tengger Sunomo mengatakan selama pelaksanaan Nyepi warga umat Hindu melakukan Tapa Brata. Yakni amati geni , tidak boleh ada api; amati karya, tidak boleh bekerja atau beraktivitas; amati lelungan, tidak boleh bepergian, dan ametu lelalungan, tidak boleh bersuara.

Mereka, kata dia, juga berpuasa selama 24 jam. “Inti Nyepi ini bersatunya diri dan alam dengan meminta ke sang pencipta melalui Tapa Brata," katanya.

Penutupan akses jalan kampung Umat Hindu tak hanya di Probolinggo. Tapi juga dilakukan di tiga daerah lainnya; Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Baca Juga

loading...