Logo

Ning Ita dan Jalan Panjang Membenahi Koperasi di Kota Mojokerto

Reporter:,Editor:

Sabtu, 22 August 2026 00:00 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam Koperasi Award 2026 di Jakarta, Kamis malam, 20 Agustus 2026. Foto: Pemkot Mojokerto.
Kota Mojokerto raih Koperasi Award 2026

JATIMNET.COM, Mojokerto – Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara yang diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Koperasi Award 2026 bukan menjadi catatan pertama kiprahnya dalam pembinaan koperasi.

Rekam jejak penghargaan di bidang koperasi mulai tercatat secara nasional pada 2022. Saat itu, Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, dinobatkan sebagai Penggerak Koperasi Terbaik Tingkat Nasional oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Penghargaan tersebut kemudian berlanjut di tingkat Jawa Timur. Pada 2025, Ning Ita mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pembina Koperasi Jawa Timur. Setahun kemudian, ia kembali memperoleh penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur.

Terbaru, Ning Ita menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam Koperasi Award 2026 di Jakarta, Kamis malam, 20 Agustus 2026. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah.

Rentetan penghargaan itu menjadi gambaran bahwa pembinaan koperasi menjadi salah satu bidang yang terus didorong selama kepemimpinannya.

Namun, penghargaan tersebut juga berhadapan dengan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan di tingkat daerah.

Data Pemerintah Kota Mojokerto mencatat terdapat 213 koperasi di Kota Mojokerto. Dari jumlah itu, 164 koperasi berstatus aktif. Sementara koperasi yang masuk kategori sehat baru 63 lembaga dan 39 lainnya berkategori cukup sehat.

Artinya, tantangan pembinaan koperasi bukan sekadar menambah jumlah koperasi, tetapi memastikan koperasi yang sudah ada benar-benar berjalan, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu memberikan manfaat kepada anggotanya.

Ning Ita mengatakan penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tata kelola menjadi bagian penting dalam pembinaan koperasi. Koperasi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi serta kebutuhan anggotanya.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan program-program perkoperasian secara berkelanjutan,” kata Ning Ita.

Menurutnya, koperasi harus ditempatkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. Karena itu, pembinaan akan diarahkan agar koperasi tidak sekadar aktif secara administratif, tetapi juga sehat dan mampu memberikan manfaat nyata.

“Koperasi harus kuat, koperasi harus bangkit sehingga memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Mojokerto ingin kualitas koperasi terus meningkat. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak koperasi yang mampu berkembang, memiliki tata kelola profesional, serta adaptif terhadap perubahan ekonomi.

“Kami ingin koperasi di Kota Mojokerto terus berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya. Karena itu, pembinaan dan peningkatan kualitas koperasi akan terus kami lakukan,” kata Ning Ita.

Dengan demikian, penghargaan terbaru yang diterima Ning Ita tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi pemacu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah koperasi di Kota Mojokerto.

Targetnya, koperasi yang saat ini aktif dan sehat dapat terus bertambah, sementara keberadaannya semakin terasa bagi anggota dan perekonomian masyarakat.