NETSS, Ambulans Khusus Bayi Pertama di Indonesia Asal Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 13 Mei 2019 - 19:14

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Rumah Sakit Soewandi menyediakan ambulans khusus bayi, Neonatal Emergency Transport System Surabaya (NETSS), untuk mengurangi angka kematian bayi.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Soewandi Surabaya Rinche Pangalila mengatakan NETSS sudah beroperasi selama tiga tahun terakhir. “Ambulans ini satu-satunya di Indonesia,” katanya di depan wartawan, Senin 13 Mei 2019.

Gagasan awalnya datang dari Kepala SMF Anak RS Soewandi, dokter Radix Hardiyanto.  Ia terinspirasi film India yang menampilkan penggunaan becak motor (bentor) untuk menangani bayi sebelum sampai di rumah sakit.

BACA JUGA: RSUD dr Soetomo Tes DNA Bayi yang Diduga Tertukar

Menurut catatan yang dihimpun rumah sakit, ada 80 persen bayi berusia 0-7 hari meninggal. Penyebabnya, menurut dia, beragam. Dari bobot yang terlalu ringan, jantung lemah, hingga gangguan pernapasan. " Nah, salah satu upaya kami adalah dengan mengadakan NETSS," kata dia.

Ia mengayakan masyarakat sangat membutuhkan ambulans semacam ini. Karena terdapat peralatan khusus untuk menangani pasien bayi. “Misalnya mengatur suhu badan bayi agar tetap hangat, maupun memberi bantuan pernapasan bayi," kata Rinche.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Yohana Sussie mengatakan pengandaan ambulans itu berlangsung pada 2017. Motivasi penyediaan kendaraan khusus itu untuk menekan angka kematian bayi, yang saat itu dianggap cukup tinggi. “Jadi sistemnya ini seperti Medical Intensive Care Unit (MICU). Dan tugasnya untuk menjemput bayi dari tempat tinggal ke rumah sakit tujuan," katanya.

BACA JUGA: Kera Liar Serang Bayi di Probolinggo

Sussie mengatakan biaya operasional mencapai Rp 2,5-3 juta tiap satu kali penjemputan, sebab selama perjalanan akan diberikan penanganan seperti di rumah sakit. Yakni dengan fasilitas yang memadai, seperti alat bantu pernafasan dan inkubator.

Menurut dia, ambulans ini terutama digunakan untuk memfasilitasi masyarakat miskin di Surabaya. Sehingga biaya operasionalnya ditanggung oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga

loading...