Nemu HP Malah Dituduh Mencuri dan Dimintai Uang Tebusan

Zulkiflie

Kamis, 16 Mei 2019 - 19:57

JATIMNET.COM, Probolinggo – Gara-gara menemukan sebuah telepon genggam dan tak kunjung dikembalikan, Choirul Ruman (40), pekerja bangunan warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo ditangkap polisi.

Bapak tiga anak itu bahkan sampai ditahan, lantaran dianggap sebagai pelaku pencurian telepon genggam yang ditemukannya.

Kepada awak media istri Choirul Ruman, Supriya (38) mengaku kebingungan dengan kasus yang dialami suaminya. Pasalnya ia meyakini bahwa suaminya bukanlah pencuri.

Supriya menceritakan, sekitar enam bulan lalu suaminya menemukan telepon genggam di sekitar Pasar Baru, Kota Probolinggo. Lantaran dianggap rezeki, telepon genggam itu lantas dipegang suaminya dan tidak dijual.

BACA JUGA: Diduga Salah Tangkap Guru Ngaji, Mapolsek Kotaanyar Digeruduk Warga

“Setelah nemu telepon, suami saya sebetulnya hendak mengembalikannya. Berhubung suami gak bisa mengoperasikannya, jadinya cuma disimpan sampai ada yang mengaku memilikinya,” terang Supriya, Kamis 16 Mei 2019.

Setelah sekian bulan telepon yang diketemukan suaminya kemudian dihidupkan. Selang beberapa lama ada telepon masuk, namun karena sama-sama tidak mengerti cara menggunakannya akhirnya didiamkan saja.

“Kemarin sempat dihipukan kembali teleponnya, lalu ada telepon masuk. Tapi karena sama-sama gak tau caranya, ya dibiarkan sama suami saya,”ujar Supriya.

Pasca adanya panggilan masuk itu, Supriya mengatakan ada petugas yang mengaku dari kepolisian mendatangi suaminya di tempat kerjanya, lalu memintai keterangan.

BACA JUGA: Razia Jelang Ramadan, Satpol PP Probolinggo Amankan PSK

Namun tak cukup di situ, suaminya kemudian dibawa ke Mapolresta Probolinggo dan tak kunjung pulang hilang malam hari.

“Saya sempat bingung. Kenapa suami kok gak pulang. Kata anak saya dibawa polisi,” jelas Supriya. Mendengar cerita itu, dia dan saudaranya mendatangi mapolresta.

Saat di ruang penyidik, dia malah tidak bertemu dengan suaminya. Saya malah dimintai uang oleh oknum petugas sekitar Rp 15 juta. Sempat saya tawar Rp 500 ribu, karena gak punya uang, tapi ditolak,” tukasnya.

Khawatir dengan kondisi suaminya, Supriya kemudian menggadaikan motornya seharga Rp 4 juta, kemudian uangnya dititipkan ke petugas babinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Lor, agar bisa membantu membebaskan suaminya. “Saya ingin keadilan, karena suami saya bukan pencuria,” tegas Supriya.

BACA JUGA: Film Dewasa Sebabkan Aksi Asusila Dua Remaja

Terpisah Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Nanang Effendi membantah anggotanya meminta sejumlah uang sebagai syarat dibebaskannya Choirul Ruman.

Justru dia menegaskan pihaknya berhak menahan pelaku lantaran yang bersangkutan sengaja tidak mengangkat telepon sewaktu dihubungi pemiliknya. Selain itu, dari pengecekan petugas pelaku sempat berupaya mereset ulang telepon genggam yang ditemukannya.

“Saya pastikan tidak ada anggota kami yang meminta uang, seperti yang dituduhkan. Yang jelas, polisi berhak menahan pelaku lantaran sudah memenuhi unsur pembuktian,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, Choirul Rusman dijerat Pasal 362 tentang pencurian, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Baca Juga

loading...