Sabtu, 14 February 2026 10:00 UTC

Wali Kota Mojokerto yang juga Ketua PMI Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) II PMI Kota Mojokerto di Aula Kantor PMI Kota Mojokerto, Sabtu, 14 Februari 2026. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto mendistribusikan 18.422 kantong darah sepanjang tahun 2025.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan warga di kota tersebut, belasan ribu kantong darah itu juga didistribusikan ke beberapa daerah penyangga, seperti Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, hingga Malang.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bahwa pendistribusian kantong darah merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab kemanusiaan yang diemban PMI.
“Ketika ada permintaan, kita tidak boleh menolak karena ini adalah tugas kemanusiaan. Cakupan layanan kita melampaui batas administratif kota," katanya saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) II PMI Kota Mojokerto di Aula Kantor PMI Kota Mojokerto, Sabtu 14 Februari 2026.
Selain layanan donor darah, kinerja ambulans gawat darurat juga memberikan sumbangsih dalam tugas kemanusiaan yang diemban PMI.
BACA: Ning Ita Kembali Terpilih Jadi Ketua PMI Kota Mojokerto
Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Mojokerto ini menjelaskan, sepanjang 2025, relawan PMI merespons 1.668 panggilan darurat selama 24 jam penuh dalam sepekan.
Secara keseluruhan, sebanyak 2.073 jiwa tercatat menerima manfaat langsung dari berbagai layanan kemanusiaan di luar ambulans.
Memasuki periode anggaran 2026 - 2029, PMI Kota Mojokerto menyiapkan sejumlah agenda penguatan sarana dan prasarana. Salah satunya, memperbaharui layanan kemanusiaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
"Tugas PMI adalah tugas kemanusiaan. Dalam mengemban amanah ini, kita harus mampu menjaga konsistensi komitmen, namun di sisi lain wajib mengikuti perkembangan zaman. Teknologi informasi saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh sektor kehidupan," jelas Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Hal ini sekaligus memastikan setiap layanan berjalan lebih efektif, terukur, dan cepat tanggap.
BACA: Jalan Santai dan Donor Darah Digelar di Peringatan Hari Donor Darah Sedunia di Mojokerto
Maka, rencana strategis pembangunan Klinik Pratama PMI Kota Mojokerto juga tengah dibahas. Nantinya, keberadaan markas PMI di pusat kota dan berdekatan dengan kawasan ekonomi dinilai memiliki nilai strategis.
Sebab, dapat menghadirkan layanan kesehatan tingkat pertama, baik bagi warga setempat maupun masyarakat dari daerah sekitar yang melintas.
"Evaluasi kinerja 2024-2025 akan kita jadikan dasar untuk merumuskan program kerja yang lebih terperinci. Kita ingin kemanfaatan PMI semakin dirasakan luas oleh masyarakat," tutur Ning Ita.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Mojokerto, Ayuhannafiq menjelaskan bahwa Musker II menjadi forum penting dalam menentukan arah kebijakan organisasi.
Tiga agenda utama yang dibahas meliputi evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, penetapan Rencana Anggaran Biaya tahun berjalan, serta penyusunan kebijakan strategis untuk penguatan organisasi ke depan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus, Dewan Kehormatan, hingga perwakilan relawan. Melalui musyawarah kerja tersebut diharapkan lahir keputusan-keputusan yang semakin memperkokoh peran PMI sebagai garda terdepan dalam penanganan sosial dan kebencanaan di Kota Mojokerto.
