JATIMNET.COM, Kuala Lumpur - Empat hari lima malam terapung-apung di perairan Indonesia, empat nelayan Indonesia akhirnya terdampar di Pulau Jarak Negeri Perak Malaysia.

"Selasa lalu. KBRI Kuala Lumpur menerima informasi dari APMM (Maritim)  Perak mengenai empat WNI nelayan tradisional yang diselamatkan setelah  mengapung empat hari lima malam," ujar Sekretaris Pertama Konsuler  KBRI Kuala Lumpur, Shabda Thian di Kuala Lumpur, Kamis, 8 November 2018.

Keempat WNI tersebut ditemukan dalam kondisi sehat oleh Markas Armada  Barat, Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan menggunakan Kapal Diraja (KD) Ledang. "Mereka kemudian ditampung sementara di kantor  APMM Negeri Perak, di Lumut, Perak, yang berjarak tiga hingga empat jam dari Kuala Lumpur," katanya.

Melalui komunikasi intensif, Tim KBRI segera menyiapkan dokumen Surat  Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk proses pemulangan korban. Para WNI tersebut adalah Baharuddin bin Nikman (42), Arifin bin Suparno (34), Sulaiman bin Suparno (37) dan Bangkit Hutabarat (38).

Pada Rabu, 7 November 2018, Koordinator Satgas KBRI menugaskan Tim  yang terdiri dari Shabda Thian, Sekretaris I Konsuler dan Gustav Wahyudi, Staf Konsuler untuk berkunjung ke APMM Negeri Perak di Lumut dan melakukan serah terima ke empat WNI korban terdampar.      

"Dalam pertemuan, para WNI mengaku mendapat perlakuan yang sangat baik  sejak diselamatkan dari Pulau Jarak dan telah diberi kesempatan berkomunikasi langsung dengan keluarga di Indonesia," katanya. Tim kemudian menampung sementara para WNI di hotel setempat dan memberikan kesempatan lagi kepada mereka untuk menghubungi keluarga di Indonesia.

Pada Kamis, 8 November 2018, Tim berkoordinasi dengan APMM mengawal keempat WNI untuk pengurusan exit permit dari pihak Imigrasi Malaysia dan tiket kepulangan dari Pelabuhan Hutan Melintang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.

Selain akomodasi hotel, makanan dan tiket kapal, Tim juga menyediakan uang bantuan repatriasi bagi WNI terdampar secukupnya. "Para WNI mengungkapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan KBRI Kuala Lumpur dan berharap bantuan pemulangan dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan menuju kampung mereka. KBRI akan mengkoordinasikan kepulangan mereka dengan instansi di Indonesia," katanya. (ant)