Logo

Muktamar NU Tinggal 17 Hari, Panitia Kejar Persiapan 90 Persen

Reporter:,Editor:

Selasa, 11 August 2026 01:00 UTC

Muktamar NU Tinggal 17 Hari, Panitia Kejar Persiapan 90 Persen

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau kesiapan logistik dan akomodasi Mukamar ke-35 PBNU di kampus Universitas KH Wahab Chasbullah, Jombang, Senin, 10 Agustus 2026. Foto: Karina.

JATIMNET.COM, Jombang – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang terus dikebut.

Hingga Senin, 10 Agustus 2026, kesiapan logistik dan akomodasi peserta di Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha) disebut telah mencapai lebih dari 50 persen.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf meninjau langsung kesiapan fasilitas tersebut. Ia menyebut progres persiapan jauh lebih terlihat dibandingkan peninjauan sepekan sebelumnya.

Sejumlah kebutuhan peserta mulai berdatangan. Kasur untuk akomodasi telah tersedia, sementara pemasangan pendingin ruangan (AC) juga terus dilakukan.

“Kasur-kasur sudah berdatangan. AC sudah mulai terpasang di 250 ruangan,” kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, dalam keterangannya yang dikutip Jatimnet.com, Selasa, 11 Agustus 2026.

Selain untuk akomodasi peserta, kawasan Unwaha disiapkan sebagai lokasi persidangan komisi. Persidangan tersebut akan membahas sejumlah agenda dan merumuskan rekomendasi strategis organisasi.

Menurut Gus Ipul, fasilitas utama di lokasi tersebut pada dasarnya sudah tersedia. Pekerjaan berikutnya lebih banyak berupa penataan ruangan dan penambahan partisi untuk meningkatkan kenyamanan peserta.

“Secara umum infrastrukturnya sudah cukup. Tinggal partisi-partisi yang akan dibangun dan ditambahkan agar membuat kondisi lebih nyaman untuk peserta,” ujarnya.

Panitia menargetkan persiapan Muktamar telah mencapai lebih dari 90 persen pada 20 Agustus 2026. Dengan waktu yang semakin dekat, pekerjaan kini diarahkan pada tahap finishing dan penyempurnaan fasilitas.

 

 

Dikebut dalam Waktu Singkat

Gus Ipul mengatakan persiapan Muktamar di Jombang dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi pelaksanaan baru diterbitkan sekitar 50 hari sebelum Muktamar digelar.

“Penetapan Tambakberas sebagai tempat Muktamar itu 50 hari sebelum pelaksanaan. Pendek sekali dan sekarang sudah tinggal 17 hari lagi,” katanya.

Meski sempat menimbulkan keraguan karena waktu persiapan terbatas, koordinasi antara panitia pusat dan lokal membuat progres terus berjalan.

Gus Ipul pun mengapresiasi kerja panitia lokal, termasuk KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq bersama jajaran pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Awalnya kita cukup ragu juga, tapi hari ini kita optimis. Insyaallah sudah sangat siap Tambakberas menjadi tuan rumah,” ujarnya.

 

 

Verifikasi Peserta Capai 95 Persen

Di sisi lain, PBNU juga masih memutakhirkan data kepesertaan Muktamar. Hingga kini, proses verifikasi Daftar Peserta Sementara (DPS) disebut telah mencapai lebih dari 95 persen.

Lebih dari 525 kepengurusan telah masuk dalam DPS. Jumlah tersebut mendekati proyeksi total kepesertaan yang mencapai lebih dari 560 kepengurusan cabang dan wilayah.

Pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan pengurus cabang dan wilayah yang memiliki hak mengikuti Muktamar tercatat secara sah. PBNU juga masih mengejar penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan bagi daerah yang datanya belum tuntas.

“Sekarang terus berproses, masih banyak juga yang melakukan konferensi wilayah maupun konferensi cabang. Intinya kita ingin hak cabang dan wilayah untuk ikut Muktamar bisa difasilitasi dengan SK yang sah,” kata Gus Ipul.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Presiden Republik Indonesia dijadwalkan hadir dalam pembukaan Muktamar pada 27 Agustus mendatang.