Rabu, 23 September 2026 01:00 UTC

Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar di Hotel Manhattan Jakarta, 22-23 Oktober 2026. Foto:LMS
JATIMNET.COM, Jakarta - Media lokal di Indonesia menghadapi perubahan besar seiring pemangkasan anggaran publikasi dan menyusutnya iklan pemerintah daerah.
Kondisi ini mendorong pengelola media mencari model bisnis baru agar tetap bertahan dan berkembang.
Persoalan tersebut menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar di Hotel Manhattan Jakarta, 22-23 Oktober 2026.
LMS 2026 mengusung tema Beyond Reach: From Discovery to Community, Trust, and Sustainability. Forum tahunan tersebut akan membahas strategi media lokal beradaptasi dengan perubahan lanskap digital sekaligus membangun sumber pendapatan di luar iklan.
Media lokal tidak lagi didorong hanya sebagai penerbit berita konvensional. Pengelola media juga dapat mengembangkan bisnis sebagai agensi lokal, pengelola komunitas, hingga penyelenggara acara regional.
“Keterbatasan modal dan kru di newsroom mengharuskan media lokal terintegrasi ke dalam ekosistem yang lebih luas. Tidak hanya media arus utama, tetapi juga melibatkan media Gen Z, homeless media, content creator mandiri, hingga UMKM dan komunitas lokal, melalui inovasi serta kolaborasi atau sinergi,” ungkap Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com sekaligus salah satu inisiator LMS.
Selama dua hari penyelenggaraan, LMS 2026 diperkirakan diikuti 150 hingga 200 peserta. Mereka berasal dari pemilik media, pemimpin redaksi, jurnalis multiplatform, kreator konten, hingga pemangku kepentingan industri media.
Rangkaian kegiatan meliputi konferensi, talkshow, learning session, workshop, hingga coaching clinic. Acara tersebut direncanakan dibuka Menteri Komunikasi dan Digital serta Ketua Dewan Pers.
Sejumlah topik yang dibahas berkaitan langsung dengan tantangan bisnis media lokal. Di antaranya model bisnis dan pendapatan alternatif melalui tema Beyond Advertising, pengelolaan komunitas (Beyond Audience), serta adaptasi Generative Engine Optimization (GEO) melalui tema Beyond Search.
Selain itu, LMS 2026 akan membahas akses pendanaan hibah non-iklan, keamanan dan aset digital, sindikasi konten lintas daerah, fenomena jurnalis kreator, serta berbagai model pendapatan baru bagi media.
Pemateri berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, Dewan Pers, platform internet dan media sosial, lembaga periklanan, akademisi, pakar teknologi dan keamanan digital, pengelola event, hingga kalangan korporasi.
Sejumlah pengelola media lokal juga akan berbagi pengalaman mengenai inovasi yang telah mereka kembangkan.
Panitia berharap LMS 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan. Peserta diharapkan membawa pulang kerangka bisnis yang dapat diterapkan, pemahaman teknologi digital, serta jaringan kolaborasi untuk memperkuat keberlanjutan media di daerah.
Tentang Local Media Summit
Local Media Summit merupakan forum tahunan pengelola media lokal yang digelar sejak 2022. Forum ini mempertemukan pengelola media daerah dan media skala kecil dengan berbagai pemangku kepentingan ekosistem media nasional.
LMS digagas Suara.com bersama International Media Support (IMS). Forum tersebut menjadi ruang pertemuan pengelola media lokal, agensi, korporasi, platform teknologi, dan lembaga donor untuk membahas transformasi teknologi, keberlanjutan bisnis, serta penguatan kualitas jurnalisme lokal.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, LMS telah mempertemukan sedikitnya 700 peserta yang mewakili media lokal, media skala kecil, hingga media berbasis platform. Para peserta tersebut kemudian tergabung dalam jaringan Local Media Community.
