Minggu, 04 October 2026 13:07 UTC

Kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, tempat motor listrik senilai belasan juta milik seorang warga Kecamatan Mayangan, hilang pada Minggu, 4 Oktober 2026. Foto: Istimewa/KIM Probolinggo
JATIMNET.COM, Probolinggo – Sadyaswati Dyah, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, harus menelan kerugian setelah motor listrik miliknya diduga dicuri saat ditinggal berolahraga di Alun-alun Kota Probolinggo.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026. Sadyaswati kehilangan motor listrik Viar senilai sekitar Rp17 juta setelah memarkir kendaraannya di kawasan alun-alun.
Sebelum berolahraga, Sadyaswati memarkir motor tersebut di sekitar gerbang utama Alun-alun Kota Probolinggo dari arah Jalan Suroyo. Ia mengaku sudah mengunci kendaraan menggunakan kunci ganda sebelum meninggalkannya.
Sadyaswati kemudian jogging mengelilingi kawasan alun-alun seperti biasanya. Ia bahkan rutin menyelesaikan hingga tujuh putaran dalam setiap aktivitas olahraganya.
“Saya selalu ke mana-mana sudah dikunci ganda. Sudah saya pastikan terkunci baik, karena saya rutin muter alun-alun tujuh kali putaran,” kata Sadyaswati.
BACA: Kasus Dugaan Pemukulan Siswa MI di Tuban Berakhir Damai
Namun, setelah menyelesaikan aktivitas olahraga, Sadyaswati mendapati motor listriknya sudah tidak berada di lokasi parkir. Ia pun langsung mencari tahu keberadaan kendaraan tersebut.
Sadyaswati kemudian menanyakan kepada juru parkir yang bertugas di lokasi. Namun, juru parkir tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan motor listrik miliknya.
“Bilangnya hanya nggak tahu,” ujarnya.
Sadyaswati juga menyoroti sistem parkir di lokasi tersebut. Menurut dia, petugas parkir tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir.
Saat mencari kendaraannya yang hilang, Sadyaswati justru mendapat bantuan dari juru parkir lain yang baru tiba di lokasi. Orang tersebut ikut membantu mencari motor listrik miliknya.
“Yang membantu mencari malah temannya sesama tukang parkir yang baru datang,” ungkap Sadyaswati.
BACA: Jangan Sembarangan Bakar Sambah, Damkar Jember Ungkap Penyebab 71 Kasus Kebakaran di September 2026
Motor listrik Viar tersebut dibeli Sadyaswati sekitar dua tahun lalu dengan harga sekitar Rp17 juta. Selama ini, ia menggunakan kendaraan tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Sadyaswati juga kerap menggunakan motor listrik itu saat menjalankan aktivitas sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang. Kendaraan tersebut biasa ia gunakan ketika melakukan kegiatan maupun peliputan.
“Kalau meliput ke mana-mana saya naik itu,” tuturnya.
Meski mengalami kerugian sekitar Rp17 juta, Sadyaswati mengaku belum melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Ia mengaku pesimistis kendaraannya dapat ditemukan.
Sadyaswati menyebut pengalaman kehilangan kendaraan yang dialami tetangganya menjadi salah satu alasan. Menurut dia, kendaraan tetangganya tetap tidak ditemukan meski kasus tersebut sudah dilaporkan kepada polisi.
BACA: Sex Toy dan Bilik Asmara di Lapas Belum Jadi Kebijakan
“Percuma kayaknya, punya tetangga saya hilang, meski lapor polisi juga nggak ketemu,” katanya.
Kejadian tersebut sekaligus menyoroti aspek keamanan kendaraan pengunjung di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo. Sadyaswati berharap pengelola maupun pihak terkait meningkatkan pengawasan di area parkir.
Ia menilai peningkatan keamanan penting dilakukan agar pengunjung merasa lebih aman ketika meninggalkan kendaraan saat beraktivitas di kawasan alun-alun.
"Saya harap kejadian ini menjadi perhatian pihak terkait, agar pengawasan dan keamanan kendaraan pengunjung dapat ditingkatkan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya.
