Menteri Susi Beberkan Jalur Distribusi Bom Ikan di Jatim

Ahmad Suudi

Rabu, 3 April 2019 - 08:35

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan jalur distribusi dinamit yang biasa dijadikan bom ikan secara ilegal oleh nelayan. Pengeboman ikan yang dilakukan secara ilegal oleh nelayan membuat ikan kecil mati sia-sia dan banyak terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan hancur lebur.

Mneteri Susi memperkirakan karang yang masih bagus di Indonesia tidak lebih dari 60 persen, karena dibom, diracun, maupun diambil ke darat. Sehingga izin pengambilan karang tidak lagi diterbitkannya setahun terakhir, dan berharap nelayan mengikuti larangan penggunaan bom dan potasium saat melaut.

"Di sini termasuk wilayahnya, kalau Pangandaran, selatan Jawa bagian barat tidak ada yang berani (melaut pakai bom). Kalau Jatim masih, karena didistribusi lewat Madura," kata Menteri Susi terkait distribusi bom ikan, dalam acara Banyuwangi Underwater Festival, di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa 2 April 2019.

BACA JUGA: Menteri Susi Ajak Nelayan Banyuwangi Jaga Terumbu Karang

Dia menjelaskan dinamit yang dijadikan bom ikan secara ilegal oleh nelayan Indonesia berasal dari Malaysia yang masuk melalui Kalimantan. Kemudian dibawa ke Sulawesi, terutama di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang masih banyak terjadi pengeboman ikan di laut.

Dari Sulawesi dinamit dibawa ke Madura dan disebar ke kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara, bahkan ke berbagai kepulauan kecil. Di Jawa Timur, masih kata Susi, penggunaan bom ikan terjadi di Pasuruan, Puger dan laut lain di Jember, Grajagan dan laut lain di Banyuwangi, hingga Kepulauan Kangean dan Sapeken.

"Sulawesi kemarin ditemukan 1.000 detonator. Kemarin ada yang meninggal di Aceh 2 orang, kompresornya meledak," kata Susi membuktikan adanya peredaran bom ikan.

BACA JUGA: Menteri Susi Berencana Tenggelamkan Kapal di Area Konservasi Banyuwangi

Dia melanjutkan untuk mengatasi masalah itu dibutuhkan peran pemerintah, masyarakat, dan terutama aparat penegak hukum. Pasalnya selain merusak alam dan melanggar aturan, kata Susi, budaya nelayan menggunakan bom secara ilegal membuat teroris masuk ke komplek nelayan dengan membawa berbagai niat jahatnya.

"Upaya kita semua, aparat harus tangkap, tangkap pengusaha ikannya dulu, yang beli ikan hidupnya, yang beli ikan bom-boman," pungkas Susi.

Banyuwangi Underwater Festival sendiri digelar di area konservasi 15 hektare laut yang dijaga Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Bangsring dan kini berkembang menjadi destinasi wisata.

BACA JUGA: Menteri Susi Berniat Seberangi Selat Bali Pakai Papan Paddle

Sejak tahun 2008 masyarakat nelayan dalam kelompok menjaga area laut itu dari aksi penangkapan ikan, pengambilan karang, bahkan dilakukan transplantasi ribuan karang agar menjadi perlindungan bagi ikan hingga aman berkembangbiak.

Sebagian anggota Pokmaswas Bangsring yang dulunya pengebom ikan juga, kini turut menjaga konservasi laut sebagai upaya penebusan dosa. Menjadi destinasi teramai kedua di Banyuwangi sejak tahun 2017, Bangsring Underwater didatangi 130 ribu wisatawan selama tahun 2018.

"Dulu daerah sini hancur luar biasa, namun setelah konservasinya jalan perkembangan masyarakat dan pariwisatanya luar biasa. Warung-warung laku dan pariwisata menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam pidatonya di depan Menteri Susi.

Baca Juga

loading...