Menteri Susi Berniat Seberangi Selat Bali Pakai Papan Paddle

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Selasa, 2 April 2019 - 21:17

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan ingin menyeberangi Selat Bali menggunakan papan paddle miliknya. Rencananya, aksi itu akan dilakukan dari pesisir utara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ke pantai di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Cita-cita itu disampaikan saat dirinya menghadiri Banyuwangi Underwater Festival yang digelar di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang memang menghadap Selat Bali. Susi menceritakan keinginannya itu di sela-sela memberikan motivasi konservasi pada ratusan nelayan dan anak nelayan yang hadir.

"Tapi tunggu kondisi badan fit dan butuh latihan (dulu). Kalau nelayan Banyuwangi mau gabung pakai kapal juga silahkan," kata menteri wanita berusia 54 tahun itu.

BACA JUGA: Menteri Susi Berencana Tenggelamkan Kapal di Area Konservasi Banyuwangi

Setelah memberikan petunjuk-petunjuk penangkapan ikan yang mendukung keberlanjutan Sumber Daya Alam (SDA) di laut, Susi menyeberang ke Rumah Apung Bangsring bersama rombongan. Tak disangka dari rumah apung dia naik papan paddle-nya dan mendayung sambil berdiri menuju darat.

Sampai di dermaga Pantai Bangsring, Susi berfoto bersama kelompok Tari Gandrung yang sebelumnya memeriahkan acara festival. Kemudian papan paddle dinaikinya lagi dan didayung kembali ke Rumah Apung untuk melanjutkan kegiatan.

Aksinya saat itu didukung seorang pengguna paddle juga, terutama saat dirinya akan menaikinya dan turun.

BACA JUGA: Menteri Susi Ajak Nelayan Banyuwangi Jaga Terumbu Karang

Paddle sengaja dibawanya sebagai persiapan menikmati liburan besok di Rumah Apung, Susi mengobati hiu dengan memasukkan antiseptik ke tiga ekor ikan yang menjadi predator puncak dalam rantai makanan laut itu. Hiu tersebut kemudian dilepas kembali ke laut.

Meski berlibur dan mendayung dengan paddle, Susi juga mengamati perairan sekitarnya yang masih banyak sampah. Dia mengatakan semua sampah itu pasti datangnya dari darat, karena tidak ada sampah yang datang dari laut.

"Sebetulnya (sampah) dari pinggir ke laut, lalu balik lagi. Kita mencoba membuang sampah ke laut, laut tidak mau dan mengembalikan ke kita," pungkas Susi.

Baca Juga

loading...