Menag Lukman Hakim Dijadwalkan Pimpin Sidang Penentuan 1 Syawal 

Hari Istiawan

Senin, 3 Juni 2019 - 09:57

JATIMNET.COM, Jakarta - Sidang Isbat atau penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah akan digelar Senin 3 Juni 2019. Sidang akan digelar di kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat sebelum Salat Maghrib.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin sidang yang diikuti para ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, delegasi negara sahabat dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan sidang isbat itu diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh pakar astronomi. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Maghrib kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelah itu, hasil sidang isbat akan diumumkan dalam jumpa pers.

BACA JUGA: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Fitri

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim mengatakan Kemenag menyebar para pemantau hilal di 105 titik di seluruh Indonesia.

Adapun Kemenag dalam menetapkan jatuhnya Lebaran memadukan dua metode yaitu melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal. Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

Apabila bulan baru terlihat perukyat beberapa saat setelah Maghrib tiba (qobla ghurub) maka pada petang ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal. Artinya, masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran pada Selasa 4 Juni 2019 atau puasa berlangsung selama 29 hari.

BACA JUGA: Sidang Isbat Awal Syawal 1440H Digelar 3 Juni

Sementara itu, jika hilal tidak disaksikan para perukyat, Senin petang ditetapkan sebagai malam 30 Ramadan. Sehingga 1 Syawal jatuh pada Rabu 5 Juni 2019 dan puasa dilaksanakan 30 hari.

Penetapan hari besar Islam sendiri pada umumnya menggunakan patokan penanggalan Lunar atau Qomariyah. Sistem kalender tersebut menggunakan bulan sebagai dasar perhitungan astronomi dan dituangkan dalam kalender Hijriyah.

Pergantian hari dalam sistem kalender Lunar menggunakan petang atau batas perpindahan sore ke malam sebagai titik mula pergantian hari. Berbeda dengan penanggalan Masehi yang menggunakan sistem Gregorian dengan menetapkan pergantian hari dimulai pada pukul 00.00 WIB.

Baca Juga

loading...