Melepas Penat di Puncak Asmoro Gombengsari Banyuwangi

Ahmad Suudi

Minggu, 24 Maret 2019 - 17:45

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Puncak Asmoro, nama puncak sebuah bukit di Kelurahan Gombengsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang kini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan.

Berada di ketinggian 640 meter di atas permukaan laut, Puncak Asmoro menawarkan ketenangan dan panorama alam yang menawan.

Sejauh mata memandang ke arah barat tersaji keindahan tiga gunung di Banyuwangi, Merapi, Ranti, dan Raung berjajar rapi dengan lekukan tebingnya yang curam.

Jika cuaca cerah, pemandangan matahari tenggelam di antara tiga gunung di atas bisa disaksikan dengan jelas dari Puncak Asmoro.

Di sisi timur, hamparan pohon mahoni berusia belasan tahun membuat mata tak jenuh memandangnya. Jauh di ujung mata memandang bisa dilihat Selat Bali.

BACA JUGA: Menikmati Hutan Kota yang Teduh dan Pantai di Banyuwangi

Keindahan alam yang ditawarkan Puncak Asmoro ternyata menyimpan cerita rakyat tentang asal usul nama puncak bukit ini. Cerita ini mengisahkan sepasang kekasih yang hubungan mereka tidak direstui oleh orang tuanya.

Sepasang kekasih ini kerap bertemu dan memadu cinta di puncak bukit ini. Di antara pohon pinus keduanya berjanji sehidup semati.

Hubungan keduanya kemudian diketahui orang tuanya. Mereka berdua lalu dilarang bertemu untuk selamanya.

Kisah sepasang kekasih yang malang itu menyebar dari mulut ke mulut hingga tempat pertemuan mereka dinamakan Puncak Asmoro.

Lokasi Puncak Asmoro berada di lahan PT Perhutani KPH Banyuwangi Utara yang dikelola Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kemuning Asri yang beranggotakan masyarakat setempat.

BACA JUGA: Pariwisata Banyuwangi Dipromosikan di Bandara KLIA Malaysia

Puncak bukit seluas satu hektare ini kemudian dijadikan destinasi wisata dengan ditanami berbagai macam bunga, beberapa pondokan dan gazebo juga dibangun mengelilingi kebun jagung di lereng bukit.

"Awalnya LMDH mengelola untuk ditanami jagung, porang, kacang, singkong dan lain-lain. Tapi secara ekonomi dikelola menjadi tempat wisata lebih menguntungkan," kata Sugiyarno Ketua LMDH Kemuning Asri, Minggu 24 Maret 2019.

Warung kopi dan kudapan juga siap menjadi santapan pengunjung di atas bukit yang berjarak 12 kilometer timur laut dari Kota Banyuwangi itu.

Bangku panjang dari kayu juga bisa menjadi tempat santai sembari ngobrol dan menikmati kudapan bersama teman dan keluarga. Tak ketinggalan, lokasi berswafoto juga tersedia di sini.

BACA JUGA: Banyuwangi Gelar Festival Young Entrepreneurs

Untuk menuju Puncak Asmoro, ada dua jalan yang bisa dilalui motor hingga ke Puncak Asmoro. Dari jalan utara Kelurahan Gombengsari bisa lewat lingkungan Kacangan, namun harus melewati tanjakan tinggi dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Yang kedua bisa lewat lingkungan Lerek dengan kontur jalan yang lebih landai.

"Ada pemeriksaan setiap malam untuk menghindari menyalahgunakan tempat. Memang sejak awal niat kami mengelola biar tidak menjadi tempat mesum," kata Sugiyarno.

Baca Juga

loading...