Sabtu, 07 February 2026 22:00 UTC

Kondisi proyek jalan rabat beton kegiatan Dana Desa tahun 2025 di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang yang retak. Foto: Zainal Abidin
JATIMNET.COM, Sampang – Proyek jalan rabat beton di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, mengalami kerusakan meski baru sekitar lima bulan setelah rampung dikerjakan. Pembangunan yang menelan anggaran dana desa tahun 2025 senilai Rp191 juta itu kini menunjukkan retakan di sejumlah bagian.
Kerusakan terlihat pada beberapa titik permukaan jalan yang mulai pecah dan retak. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena kualitas konstruksi dinilai belum mampu bertahan lama sejak selesai dibangun.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu, 7 Februari 2026, retakan tampak cukup parah dan bahkan mulai menjalar hingga ke struktur jalan. Beberapa bagian cor terlihat mengalami kerusakan yang semakin melebar.
"Kalau cor yang retak hampir merata ini dari utara ke selatan. Awalnya hanya retak rambut biasa lama-kelamaan semakin parah," terang warga di sekitar lokasi.
BACA: Nelayan Sampang Serahkan Barang Bukti Kasus Penggelapan Uang Ganti Rugi Rumpon ke Polisi
Selain itu, kerusakan jalan diduga karena pekerjaan proyek yang tidak sesuai. "Kalau pekerjaannya sesuai jalan tidak akan mudah rusak. Apalagi, setiap harinya jalan ini hanya dilewati kendaraan sepeda motor," ujarnya.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Mambulu Barat, Siti Rohimah, mengaku baru mengetahui adanya kerusakan pada proyek jalan cor tersebut dan segera melakukan perbaikan.
"Terima kasih laporannya, sebelumnya memang belum ada laporan, dan kami akan segera melakukan pengecekan dan perbaikan," ucapnya.
BACA: 6 Proyek Peningkatan Jalan Senilai Rp3,24 Miliar di Sampang Masuk Tahap Lelang
Rohimah menjelaskan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Telagah menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp191.383.000. Jalan tersebut dibangun sepanjang 336 meter dengan lebar sekitar 2,2 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Ia menduga kerusakan proyek dipicu faktor alam, bukan karena kualitas pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai standar.
"Untuk material cor pakai cor ready mix. Jadi kemungkinan rusaknya itu karena faktor alam. Hari ini kami akan turun ke lokasi dan diperbaiki," tandas Rohimah.
