Mahasiswa Untag Ciptakan Sensor Kepadatan Jalan Raya

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 12 Maret 2019 - 19:43

JATIMNET.COM, Surabaya – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Yudi Eka Susanto (22) menciptakan inovasi smart traffic light atau lampu lalu lintas pintar berbasis mikrokontroler. Inovasi ini untuk mengontrol lampu lalu lintas, khususnya pada jalur yang terjadi penumpukan kendaran sebagai tugas akhirnya.

Cara kerja smart traffic light ini adalah mendeteksi jalur jalan yang paling dipadati oleh kendaraan. Ketika sudah terekam jalur dengan kepadatan terpanjang, secara otomatis lampu lalu lintas akan memperpanjang durasi lampu hijau di jalur tersebut.

“Inovasi ini akan di-setting masuk di lampu lalu lintas,” kata Yudi saat ditemui di Ruang Hubungan Masyarakat Untag Surabaya, Selasa 12 Maret 2019.

Pembuatan inovasi ini disebabkan banyaknya pengguna lalu lintas yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan infratruktur lalu lintas. Sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan macet. Sistem ini diharapkan membantu mengatasi masalah kemacetan yang sering terjadi.

BACA JUGA: Mahasiswa UKWMS Membuat Inovasi Penggorengan Otomatis untuk UMKM

“Inovasi ini secara prototype sudah berfungsi maksimal dan sesuai dengan perencanaan, prosesnya pun membutuhkan kurang lebih empat sampai lima bulan,” kata mahasiswa asal Lamongan itu.

Yudi mengaku dirinya melakukan pengujian terhadap lampu lalu lintas pintar berbasis mikrokontroler ini harus melalui beberapa proses, agar respon yang dihasilkan akurat.

Dalam prosesnya, Yudi harus melakukan pengujian sensor ultrasonic yang dirancang dapat mendeteksi kendaraan dalam radius 3-400 cm. Dengan jarak tersebut akan efektif dan dapat mengatur seberapa lama nyala lampu lalu lintas sesuai pada kepadatannya.

“Saya melakukan pengujian sensor ultrasonic ini menggunakan kendaraan mainan yang difungsikan untuk mengetahui jarak, dan waktu sensor ultrasonic terhadap kendaraan. Hasilnya sudah memadai dalam tahap prototipenya,” katanya.

Tahap kedua, pengujian sensor ultrasonic dengan atmega 16 yang bertujuan mengetahui fungsi sensor ultrasonic bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada empat pin yang ada di sensor ultrasonic pada saat terkena kendaraan mainan dan tidak mengenai benda lain.

“Pengujian tersebut bertujuan untuk mengetahui cara kerja sistem saat digunakan di lapangan," kata Yudi.

BACA JUGA: Dosen Ubaya Kenalkan Metode Memahami Kebutuhan Tanaman

Tak berhenti sampai di situ, Yudi menerangkan bahwa atmega 16 pun diuji menggunakan LED. Tujuannya untuk mengetahui fungsi LED bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada ketiga LED di setiap ruas, yang sudah terhubung dengan setiap pin yang ada di mikrokontroler atmega 16.

Terakhir adalah pengujian atmega 16 dengan ic 4094 yang bertujuan untuk mengetahui fungsi seven segment bekerja dengan baik. Pada pengujian ini dilakukan pengukuran pada pin yang terletak di ic 4094.

Meskipun begitu, Yudi mengungkapkan jika inovasi yang dibuatnya masih membutuhkan uji coba dan pengembangan agar bermanfaat. Terlebih untuk pengembangan pada sistem sensor smart traffic supaya lebih bisa membedakan obyeknya.

Baca Juga

loading...