Mahasiswa STTS Bikin Buku Panduan Tari Sparkling Surabaya

Gambar ilustrasi gerakannya berasal dari lukisan tangan
Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 11 Juni 2019 - 18:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) Felicia Theodora (21) membuat buku panduan Tari Sparkling Surabaya dengan lukisan tangan.

Menurut Felicia, selama ini belum ada buku panduan secara detail tentang Tari Sparkling. Ia memilih membuat buku panduan ini karena keunikan Tari Sparkling, baik dari sisi kebudayaan Kota Surabaya serta perpaduan antara tarian tradisional dan modern.

"Buku ini menjelaskan bagaimana filosofi dan gerakan Tari Sparkling," kata Felicia saat ditemui di Kampus STTS, Selasa 11 Juni 2019.

Dalam buku ini, Felicia mengupas tarian ini dengan sangat detail mulai dari persiapan menari, make up yang digunakan, hingga gerakannya.

BACA JUGA: Hadrah dan Tari Reog Iringi Arak-arakan Gunungan 1.001 Ketupat

"Tari Sparkling itu dikupas dari dasar tari, make up dan busana, asesoris dan hair do, struktur makna posisi, gerakan, pola tari, dan pengiring tari sparkling," katanya.

MELUKIS GERAKAN. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual STTS Felicia Theodora melukis gerakan tari. Foto: Khoirotul Lathifiyah

Perempuan yang gemar menggambar sejak duduk di bangku SD ini menceritakan proses pembuatan buku ini. Dalam membuat buku ini, ia mewawancarai secara langsung penciptanya yakni Diaz Tiarni yang juga pemilik Sanggar Tydif.

"Saya mewawancarai mulai dari gerakan tari dan kemudian menggambar gerakan tariannya dengan melihat video yang diberikan kepada saya. Saya mengawalinya dengan membuat sketsa," ujarnya.

Felicia mengatakan proses membuat buku ini memakan waktu kurang lebih lima bulan. Ia mengatakan penyajian ilustrasi gerakan tari ini harus detail. Kesulitan ihwal penggambaran detail ini yang terkadang menyulitkannya.

BACA JUGA: Sesepuh Gandrung Reuni, Sebut Generasi Sekarang Gandrung-gandrungan

Apalagi menggambarnya secara manual atau lukisan tangan, serta melihat tariannya secara spontan. "Untuk membuat pola harus melihat lima kali gerakan baru bisa mmenggambar dengan sempurna," kata perempuan asal Surabaya ini.

Setelah melukisnya, lanjut Felicia, ia membuat outline dan memberikan pewarnaan pada gambar. Selanjutnya ia melakukan scanning untuk soft file sebelum kemudian melakukan layout buku.

Ia berharap buku ini bisa dipakai masyarakat, khususnya warga Surabaya karena buku ini dibuat secara rinci sesuai dengan keinginan anak remaja.

BIMBINGAN. Felicia dan dosen pembimbingnya, Naafi Nur Rohma. Foto: Khoirotul Lathifiyah. Foto: Khoirotul Lathifiyah

"Saya sudah mencoba melakukan observasi dengan memberikan buku ini ke beberapa anak remaja, dan mereka sangat suka, gambar tariannya rinci, dan jelas. Apalagi tari ini ada unsur tari modernnya," kata dia.

BACA JUGA: Pengunjung KBS Puji Penampilan Tari Sufi Dibanding Dangdut

Sementara itu, Dosen Pembimbing Naafi Nur Rohma mengatakan buku tari ini baru dibuat pertama kali oleh Felicia. Menurutnya, masih dibutuhkan beberapa perbaikan. "Kekurangannya dari segi anatomi dan lainnya," kata dia.

Rohma mengatakan gambar penari yang dibuat seharusnya mengenakan pakaian latihan agar bisa melihat dan memahami gerakan tari secara detail. Sehingga pembaca bisa menangkap gerakan tangan, kaki, maupun gerakan jari-jarinya dengan jelas.

"Nah yang ada ini kan rata-rata gambarnya menggunakan kebaya, dan busana untuk tampil. Ini yang kurang sesuai," kata dia.

Meski begitu, Rohma tetap memberikan dorongan kepada Felicia agar inovasinya bisa diterbitkan dan bisa digunakan untuk anak-anak.

Baca Juga

loading...