Mahalul Qiyam PCNU, Khofifah Ajak Teladani Kepemimpinan Nabi Muhammad

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 30 Mei 2019 - 12:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak alim ulama untuk meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad.

Model kepemimpinan Muhammad ini terbukti bisa menciptakan hubungan saling menghargai dan mengayomi dalam keberagaman di lingkungan masyarakat.

"Ketika Rasulullah memimpin Kota Madinah dulu, penduduknya berasal dari bermacam-macam suku dan agama. Namun keberagaman itu bisa berjalan dengan adem," kata Khofifah saat memberikan ceramah kepada alim ulama di Taman Bungkul Surabaya, Rabu 29 Mei 2019.

BACA JUGA: Tahun Pertama Mahalul Qiyam PCNU Bareng Gubernur Jatim

Menjelang akhir bulan Ramadan ini, Khofifah mengajak untuk terus membaca selawat nabi, khususnya di malam ke-25 Ramadan. Khofifah mengungkapkan bacaan selawat mampu mendamaikan hati dan pikiran bahkan lingkungan sekitar. Dengan bacaan itu pula, sikap nabi dalam menghadapi sebuah keberagaman bisa diteladani para pemimpin dan masyarakat saat ini.

"Jadi yang hadir ini tidak hanya pemimpin formal, tapi juga informal. Bonek ada pemimpinanyaa, banser, fatayat, NU ada pemimpinnya. Jadi mari berselawat," kata dia.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang harus diingat oleh bangsa ini yakni, yang pertama persatuan, kedua persatuan, dan ketiga persatuan. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak menganggap perbedaan sebagai sesuatu yang variatif.

BACA JUGA: Peringati Nuzulul Quran, Santri An-Nur Probolinggo Doakan Indonesia Damai

Khofifah menyampaikan bulan Ramadan ini adalah momentum untuk merekatkan kembali persatuan pasca pesta demokrasi 2019 yang sempat menimbulkan perpecahan.

"Mudah-mudahan demokrasi yang sudah dewasa ini akan memberikan kepada kita saling menghormati saling menghargai hingga akhirnya kita bisa menerima hasil dari proses yang sudah berjalan panjang melalui kampanye, pencoblosan, perhitungan dan sekarang di MK," katanya.

Ia berharap semua masyarakat memulai dan terus bersama-sama mengingat bahwa energi yang dimiliki seyogyanya untuk meningkatkan produktivitas demi persatuan bangsa.

BACA JUGA: Warga Surabaya Penuhi Taman Bungkul Hadiri Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri kembali pentingnya menjaga persatuan melalui ayat-ayat pemersatu bangsa. "Kan abis menyelesaikan hajatan pesta demokrasi, ada banyak kepentingan, banyak aspirasi. Kalau kita tidak bisa menjaga persatuan, sangat rentan dengan perpecahan," katanya.

Ia berharap masyarakat lokal Jawa Timur maupun secara nasional untuk berdamai dan mengedepankan kreativitas agar terus berinovasi dalam keadaan aman dan tenteram.

Kepada seluruh elemen, ia mengimbau agar saling menghormati hak politik orang lain. Jika ada yang dinilai kurang sesuai, harus melalui jalan demokrasi (Mahkamah Konstitusi) yang baik. Nantinya, apapun hasil yang dikeluarkan oleh MK harus diterima hasilnya.

Baca Juga

loading...