Luncurkan Patung Suro dan Boyo, Ini Imbauan Risma

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 29 Mei 2019 - 18:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau warga kawasan Bulak Kenjeran Surabaya bersiap menyambut kunjungan wisatawan di kawasan Taman Suroboyo menyusul peresmian patung Suro dan Boyo di Taman Suroboyo Kenjeran, Rabu 29 Mei 2019.

Bagaimana warga menyambut wisatawan akan mempengaruhi sikap pengunjung terhadap obyek wisata ini.

"Jadi ibu-ibu, ayo yang ramah kepada para pengunjung. Ayo jaga kebersihan kawasan kita," kata Risma saat memberikan sambutan dalam peresmian Patung Suro dan Boyo, Rabu 29 Mei 2019.

BACA JUGA: Akademisi Dukung Pemkot Pertahankan Pembangunan Alun-Alun Suroboyo

Risma mengatakan tujuan pengembangan kawasan wisata Kenjeran ini salah satunya untuk mengubah stigma buruk masyarakat tentang kawasan ini.

Kerja sama yang baik dengan masyarakat menjadi cara untuk mencapai peningkatan wisatawan. Apalagi, saat ini pengunjung kota mulai meningkat bersamaan dengan penambahan beberapa destinasi wisata baru.

LAUNCHING. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini luncurkan patung Suro dan Boyo di Taman Suroboyo Kenjeran, Rabu 29 Mei 2019. Foto: Khoirotul Lathifiyah

" Ayo pak, bu, wilayah ini sudah tidak kumuh lagi, ada patung Suro dan Boyo yang megah. Kalo ga dirawat tak pindahkan saja patung ini," kata Risma.

Risma menyampaikan patung tersebut merupakan mimpinya agar Kota Surabaya terlihat dari laut. Destinasi baru ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Surabaya. Karena Surabaya tidak mempunyai kekayaan alam, lanjut Risma, sehingga harus memiliki destinasi baru untuk objek wisata.

BACA JUGA: Ada Patung Suroboyo, Taman Kenjeran Ramai Jadi Tempat Ngabuburit

Ia mengatakan banyaknya pengunjung akan memberikan peluang bagi warga Surabaya untuk mengembangkan perekonomiannya. " Nah ini kan juga dekat dengan laut, banyak kuliner yang bisa dijual kepada pengunjung," kata dia.

Sementara Ketua RW Kedung Cowek Kenjeran Samiadi Santoso mengaku sudah mulai banyak pengunjung di kawasan Kenjeran. "Apalagi malam minggu sangat ramai, mungkin lebih ramai dari Taman Mundu atau Bungkul," kata dia.

Dengan penataan kawasan ini, kata dia, warga kawasan Kenjeran terdorong untuk berwirausaha dan menjaga lingkungannya.
Samiadi juga berharap pemkot terus memberikan perhatian pada kawasan Surabaya Utara agar bisa mendongkrak wisatawan.

Baca Juga

loading...