Logo

Lonjakan Wisata Lebaran 2026, 8,2 Juta Orang Diprediksi Masuk Yogyakarta

Reporter:,Editor:

Minggu, 22 March 2026 05:00 UTC

Lonjakan Wisata Lebaran 2026, 8,2 Juta Orang Diprediksi Masuk Yogyakarta

Jogjabay Pirates Adventure Waterpark, salah satu destinasi wisata keluarga di DIY. Foto: Pemprov DIY

JATIMNET.COM — Libur panjang Idulfitri 2026 diproyeksikan menjadi momentum besar bagi sektor pariwisata di Indonesia. Lonjakan mobilitas masyarakat tidak hanya didorong tradisi mudik, tetapi juga aktivitas wisata yang kian meningkat. Kondisi ini membuka peluang perputaran ekonomi, terutama di daerah tujuan favorit seperti Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 8,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan menuju Yogyakarta selama periode Lebaran 2026. Angka tersebut jauh melampaui jumlah penduduk DIY yang berkisar 3,7–3,8 juta jiwa.

Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si, memperkirakan dari total pergerakan itu, sekitar 1,46 juta merupakan wisatawan yang akan berkunjung ke berbagai destinasi.

“Tahun ini ada lonjakan yang diduga akibat akses jalan tol yang semakin mendekati pusat kota, jalur utara via Tempel dan jalur timur via Prambanan,” ujarnya, Minggu, 22 Maret 2026.

BACA: Hadapi Krisis Global, Pemerintah Terapkan WFH ASN dan Optimalisasi PLTS

Konektivitas yang semakin baik, terutama melalui jaringan Tol Trans Jawa, menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kunjungan. Akses yang lebih cepat dan mudah membuat Yogyakarta semakin kompetitif sebagai destinasi wisata domestik.

Selain itu, daya tarik Yogyakarta sebagai kota wisata murah juga masih menjadi magnet. Beragam pilihan kuliner, penginapan, hingga destinasi wisata yang terjangkau membuat kota ini tetap diminati berbagai kalangan.

“Jogja ini dikenal sebagai destinasi wisata murah. Jogja juga memiliki sejuta kenangan bagi mereka yang pernah menempuh pendidikan atau bekerja di kota ini. Libur Lebaran tentu menjadi salah satu momen untuk bernostalgia,” terangnya.

Lonjakan kunjungan ini diprediksi akan terkonsentrasi di sejumlah wilayah utama seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas wisata, mulai dari belanja, kuliner, hingga destinasi budaya.

Sejumlah ikon wisata seperti Malioboro, Tugu Yogyakarta, dan Keraton Yogyakarta dipastikan kembali dipadati pengunjung. Aktivitas ekonomi di kawasan ini pun berpotensi meningkat signifikan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak hanya itu, kawasan wisata baru di Kabupaten Gunungkidul serta desa wisata di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo juga berpeluang menikmati limpahan kunjungan.

Namun demikian, Destha mengingatkan bahwa lonjakan jumlah wisatawan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan belanja. Ia menilai wisatawan tahun ini cenderung lebih selektif dalam mengeluarkan uang.

BACA: Lebaran Dikepung Banjir, 536 Rumah di Mojokerto Terdampak

Menurutnya, kondisi ekonomi membuat sebagian wisatawan memilih alternatif hemat, seperti mengunjungi ruang publik gratis, menggunakan akomodasi budget, hingga melakukan perjalanan singkat atau one day trip.

“Intinya, wisatawan tahun ini nampaknya akan lebih selektif dalam berbelanja, meski ada juga beberapa yang tetap royal untuk belanja makan dan minum (kuliner), serta membeli oleh-oleh,” pungkasnya.

Meski begitu, momentum Lebaran tetap menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan kunjungan dan aktivitas wisata.