Sabtu, 21 March 2026 07:00 UTC

Kondisi banjir yang menggenangi rumah warga di Kabupaten Mojokerto yang sudah mulai surut, Sabtu, 21 Maret 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto - Suasana perayaan Idulfitri di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto berlangsung dalam kondisi yang tidak biasa tahun ini.
Warga di empat desa terpaksa merayakan Lebaran di tengah kepungan banjir setelah tanggul Sungai Sadar jebol. Dampaknya, ratusan rumah warga tergenang, dengan total mencapai sedikitnya 536 unit.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, Desa Jumeneng di Kecamatan Mojoanyar menjadi salah satu titik terdampak cukup parah. Dua dusun di wilayah tersebut, yakni Kuripan dan Balongcangkring dilaporkan ikut terendam air.
Di Dusun Kuripan, sebanyak 56 rumah yang dihuni 105 jiwa terendam banjir. Ketinggian air di jalan kampung berkisar antara 60 hingga 80 sentimeter.
Sedangkan air yang masuk ke dalam rumah warga mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Selain permukiman, sekitar 22 hektare lahan sawah juga terdampak.
BACA: Permukiman Tergenang Banjir, Sebagian Warga Mojokerto Berlebaran di Pengungsian
Sementara itu, di Dusun Balongcangkring, banjir merendam 90 rumah dengan total 170 jiwa. Lahan pertanian seluas 18 hektare turut terendam. Ketinggian air di jalan kampung dan dalam rumah warga relatif sama dengan kondisi di Dusun Kuripan.
Berdasarkan pemantauan pihak BPBD, kondisi banjir hingga Sabtu siang, 21 Maret 2026 sudah mulai berangsur surut. "Tren air mengalami penurunan," kata Rinaldi.
Banjir juga melanda Desa Tinggar Buntut di Kecamatan Bangsal. Di Dusun Buntut, tercatat 120 rumah dengan 345 jiwa terdampak. Sedangkan di Dusun Tinggar, jumlahnya lebih besar, yakni 210 rumah dengan 625 jiwa.
"Jumlah warga lansia terdampak banjir umur 58-88 124 orang, balita umur 1-5 tahun 57 orang," terang Rinaldi.
Di Desa Kedung Gempol, Kecamatan Mojosari, genangan air masuk ke 10 rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter. Sementara, jalan kampung terendam hingga 20 sentimeter. Lahan pertanian yang terdampak di wilayah ini mencapai 21 hektare.
Adapun di Desa Jotangan, banjir hanya terjadi di Dusun Gembongan. Sekitar 50 rumah warga terdampak, dan 12 hektare sawah ikut terendam.
BACA: Sungai Meluap di Kutorejo Mojokerto, Rumah Warga dan Jalan Tergenang Jelang Lebaran
Ketinggian air di jalan kampung berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter."Update terkini tinggi banjir mulai surut," tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau Gus Barra menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh dua penyebab utama. Pertama, pintu air (dam) Sungai Sadar di Desa Tinggar Buntut tersumbat sampah yang diperparah oleh ukuran pintu air yang sempit.
Situasi semakin parah setelah tanggul Sungai Sadar sepanjang kurang lebih 30 meter di Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng jebol. Sebagai langkah awal penanganan, pemerintah fokus membersihkan sumbatan di dam.
Upaya pembersihan dilakukan bersama oleh BPBD, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, serta warga setempat secara gotong royong karena, lokasi tidak dapat dijangkau alat berat. Perbaikan tanggul akan dilakukan setelah kondisi banjir benar-benar surut.
