Jumat, 20 March 2026 10:33 UTC

Air sungai masuk ke rumah warga di Kecamatan Kutorejo usai dilanda hujan deras, sehari jelang Lebaran. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Mojokerto pada Jumat siang, 20 Maret 2026 memicu banjir di sejumlah titik. Sungai di Kecamatan Kutorejo meluap hingga merendam jalan perkampungan dan rumah warga.
Genangan air yang muncul secara tiba-tiba langsung mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih saat ini warga sedang bersiap merayakan hari raya Idulfitri atau lebaran yang kurang satu hari lagi.
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa berhenti dan menuntun kendaraannya saat melintasi jalan yang tergenang, karena khawatir terseret arus air yang cukup deras.
Salah satu warga Desa Kutorejo, Muhammad Jamil, mengatakan debit air sungai meningkat dengan cepat setelah hujan turun dengan intensitas tinggi sejak siang hari.
"Air sungai mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB hingga naik ke jalan perkampungan," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak warga tidak berani melintasi jalan seperti biasa. Arus air yang cukup kuat membuat pengendara memilih berhenti dan mendorong sepeda motor demi keselamatan.
"Warga yang melewati sampai motornya didorong karena takut arusnya deras," ujar Jamil.
Selain menggenangi jalan lingkungan, air juga masuk ke permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai. Ketinggian air di dalam rumah dilaporkan mencapai sekitar mata kaki orang dewasa.
"Ada sekitar 4 rumah warga yang terendam air dengan ketinggian sekitar 15 centimeter," terangnya.
Warga setempat berupaya mengamankan barang-barang di dalam rumah agar tidak rusak akibat genangan air. Sebagian warga juga memilih tetap bertahan sambil memantau kondisi air yang belum sepenuhnya surut.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Mojokerto selama beberapa jam. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Warga berharap hujan segera mereda agar debit air tidak kembali meningkat. Mereka juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan meningkat dalam waktu singkat.
