Logo

Permukiman Tergenang Banjir, Sebagian Warga Mojokerto Berlebaran di Pengungsian

Reporter:,Editor:

Sabtu, 21 March 2026 05:30 UTC

Permukiman Tergenang Banjir, Sebagian Warga Mojokerto Berlebaran di Pengungsian

Petugas BPBD sedang memantau kondisi permukiman di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar yang terendam banjir. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Permukiman warga di Dusun Kuripan dan Balongcangkring, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto tergenang banjir pada malam takbir, Jumat malam, 20 Maret 2026.

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar yang mengalir di dua dusun itu memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat lebih aman.  

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Selain dipicu tanggul sungai yang jebol, banjir juga akibat turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi cukup lama.

BACA: Sungai Meluap di Kutorejo Mojokerto, Rumah Warga dan Jalan Tergenang Jelang Lebaran

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyatakan bahwa jumlah permukiman warga yang terdampak banjir lebih dari 100 unit rumah.

“Di Dusun Kuripan, tercatat sekitar 56 rumah terdampak dengan 105 jiwa. Sementara di Dusun Balongcangkring, sekitar 90 rumah terdampak dengan 170 jiwa,” ungkapnya, Sabtu pagi, 21 Maret 2026.

Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian. Sekitar 22 hektare sawah di Dusun Kuripan dan 18 hektare di Dusun Balongcangkring turut terdampak.

Ketinggian air di dalam rumah berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, sedangkan di jalan desa mencapai 80 hingga 100 sentimeter.

Selain itu, kerusakan cukup parah terjadi pada tanggul sungai di Dusun Balongcangkring, dengan panjang kerusakan sekitar 15 meter dan lebar 6 meter.

BACA: Tanggul Sungai Jebol, Permukiman di Mojosari Mojokerto Terendam Banjir

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Mojokerto bersama unsur terkait segera melakukan penanganan darurat di lokasi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) mengevakuasi warga menggunakan perahu fiber sekaligus melakukan pendataan terhadap korban terdampak.

“Sejumlah warga telah dievakuasi ke balai dusun dan sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat,” tambah Abdul.

Hingga pukul 22.00 WIB, air dilaporkan masih terus naik secara perlahan. Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, kepolisian, TNI, PMI, FPRB, perangkat desa, serta masyarakat setempat masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.