Senin, 16 March 2026 05:00 UTC

Seorang warga di Dusun Gembongan, Desa Jatangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto menerjang genangan air di jalan kampung. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Puluhan rumah di Dusun Gembongan, Desa Jatangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto terendam banjir, Senin pagi, 16 Maret 2026.
Air tersebut meluap dan menggenang setelah tanggul Sungai Sadar di desa tersebut jebol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jebolnya tanggul Sungai Sadar terjadi pada Minggu malam, 15 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Rusaknya infrastruktur ini merupakan dampak dari hujan deras yang berlangsung hingga beberapa jam. Air pun meluber dan menggenang dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
BACA: Tiga Dusun di Mojokerto Terendam Banjir, 11 Warga Dievakuasi
Dulmanan, salah seorang warga mengatakan kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
Menurutnya, setiap kali tanggul jebol, air pasti meluap dan menggenangi permukiman warga. "Ini langganan kalau tanggul jebol mesti seperti ini," ungkapnya.
Akibat genangan tersebut, aktivitas keluarga dan usaha warga juga ikut terdampak. Ia mengaku kegiatan jualan yang biasa dilakukan istrinya menjadi terganggu karena air masuk ke rumah.
"Ya ini di rumah, lumayan terganggu istri saya soalnya biasanya berjualan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gembongan, Nur Kholis menjelaskan bahwa tanggul jebol terjadi pada malam hari sehingga air dengan cepat meluap ke permukiman warga.
"Karena tanggulnya jebol tadi malam sekitar jam 21.00 WIB, ketinggian air di jalan sekitar 60 sentimeter," ujarnya.
BACA: Sungai Tambakrejo Meluap, Ratusan Warga Mojokerto Terdampak Banjir
Ia menyebutkan dampak banjir tersebut cukup luas. Selain menggenangi jalan, puluhan rumah warga juga terdampak.
"Dampaknya rumah yang terendam air di Dusun Gembongan sekitar ada 50 rumah," terangnya.
Tidak hanya permukiman, genangan air juga merendam area persawahan di sekitar dusun tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu karena sebagian besar tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
"Warga sekitar sangat terganggu karena tidak bisa beraktifitas, area persawahan juga terendam," tandasnya.
