Senin, 16 March 2026 01:30 UTC

Sejumlahh warga sedang berjalan di akses jalan yang terendam banjir, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Mojokerto – BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, sebanyak tiga dusun di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar terdampak banjir.
Dusun Tambakrejo menjadi lokasi dengan dampak paling parah, dengan total 125 rumah warga terendam air.
Banjir terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto pada Minggu sore, 15 Maret 2026. Aliran sungai meluap dan memicu banjir di sejumlah kawasan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan bahwa ketinggian air di wilayah tersebut sekitar 70-80 sentimeter. “Ketinggian air hingga sedada orang dewasa,” ungkap Rinaldi saat meninjau lokasi banjir.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke posko darurat yang berada di Balai Dusun Tambakrejo. Evakuasi diprioritaskan bagi warga rentan seperti lansia dan anak-anak. “Ada 11 orang yang sudah kami lakukan evakuasi,” jelasnya.
Sementara, mayoritas warga lainnya masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.
Rinaldi menjelaskan, banjir yang melanda Desa Gayaman dipicu oleh meluapnya aliran sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah Mojokerto sejak siang hingga malam hari.
Hingga Minggu malam, tim gabungan bersama relawan masih disiagakan di lokasi terdampak untuk membantu warga. BPBD juga telah menyalurkan sejumlah bantuan logistik seperti selimut, tempat tidur, hingga perlengkapan lainnya.
“Kami memastikan kebutuhan utama warga terdampak terpenuhi. Karena bulan puasa, kebutuhan sahur juga akan kami upayakan terpenuhi bersama,” paparnya.
Iis, salah seorang warga Dusun Tambakrejo mengaku memilih mengungsi ke posko bersama ibunya karena air di rumahnya sudah mencapai lebih dari satu meter.
“Air naiknya sangat cepat. Setelah Maghrib ketinggiannya sudah sampai perut, habis Tarawih tambah tinggi sampai dada orang dewasa,” ujarnya.
