Longsor, Jalur Malang-Lumajang via Piket Nol Buka Tutup

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Minggu, 24 Maret 2019 - 15:47

JATIMNET.COM, Lumajang  - Jalur Malang-Lumajang yang melewati Piket Nol di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih diberlakukan sistem buka tutup. Sebab, terdapat sebuah alat berat yang disiagakan untuk membersihkan material longsor di jalur itu.

"Penanganan dan pembersihan material longsoran sudah mencapai 80 persen. Akses jalan sudah bisa dilalui untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan sistem buka tutup," kata Pelaksana tugas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Minggu 24 Maret 2019.

Sebelumnya, jalur selatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Malang ditutup total karena tebing di Piket Nol longsor atau tepatnya di kilometer (KM) 57 dengan volume material longsor setinggi lima meter dengan panjang 20 meter, dan lebar enam meter, Kamis 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Tebing Piket Nol Longsor, Jalur Selatan Lumajang-Malang Ditutup

Menurutnya, material longsor dari tebing tidak hanya tanah tapi juga batu yang cukup besar sehingga menutup badan jalan di jalur Piket Nol. Batu tersebut harus dipecahkan untuk membuka akses jalan.

Ia mengatakan, batu besar sempat kembali longsor di titik yang sama, namun semuanya dapat dikendalikan oleh petugas gabungan yang berada di lapangan dan hingga kini masih sering terjadi longsor susulan dengan skala kecil karena hujan masih mengguyur Kabupaten Lumajang.

"Pengendara yang melintas di jalur Piket Nol tetap diimbau untuk berhati-hati dan mengutamakan faktor keselamatan saat melintas karena petugas akan menerapkan sistem buka tutup di jalur tersebut," katanya.

BACA JUGA: BPBD Bojonegoro Minta Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

Saat petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor di jalur KM 57 Piket Nol, maka akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang-Malang tersebut ditutup, namun jalur dibuka saat petugas istirahat dan tidak melakukan pembersihan material longsor, sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih.

Informasi yang dihimpun di lapangan, banyak kendala yang dihadapi tim gabungan saat membersihkan material longsor. Di antaranya volume longsoran berupa batu besar dan hujan yang mengguyur di wilayah setempat dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.(ant)

Baca Juga

loading...