Logo

Lirik Baru Lagu "Gapapa" Dipersoalkan, Cak Sumardi Desak Polisi Gerak Cepat

Reporter:,Editor:

Rabu, 15 July 2026 09:00 UTC

Lirik Baru Lagu "Gapapa" Dipersoalkan, Cak Sumardi Desak Polisi Gerak Cepat

Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Polemik pengubahan lirik lagu "Gapapa" milik pedangdut Anisa Bahar yang viral di media sosial terus menuai reaksi.

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan terkait konten tersebut. Sebab, dinilai mengandung unsur pornografi dan berpotensi memberi dampak buruk bagi anak-anak.

Menurut anggota Komisi A DPRD Jawa Timur itu, penyebaran konten bermuatan pornografi di ruang digital tidak boleh dibiarkan. Apalagi, media sosial dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.

"Ini sangat disayangkan karena memberikan pendidikan yang tidak baik kepada anak-anak. Konten seperti itu mengarah pada pornografi sehingga harus segera ditindak tegas," kata Sumardi, Rabu, 15 Juli 2026.

Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Cak Sumardi itu menilai penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan agar konten serupa tidak kembali beredar di media sosial.

Ia meminta apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran hukum, aparat bersama instansi terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk memblokir akun yang menyebarkan konten tersebut.

"Kalau memang terbukti menyebarkan saluran pornografi yang bisa diakses siapa saja, termasuk anak-anak, akun tersebut harus segera diblokir. Langkah tegas seperti ini penting agar tidak terus menyebarkan dampak negatif di masyarakat," ujarnya.

Selain penindakan, Sumardi juga mendorong Direktorat Siber Polda Jawa Timur bersama kementerian dan lembaga terkait memperkuat patroli siber untuk mengawasi sekaligus menindak akun-akun yang menyebarkan konten melanggar hukum.

"Kami mendorong Polda Jatim beserta seluruh pihak terkait, terutama patroli siber, agar bergerak cepat melakukan penindakan. Perlindungan terhadap anak-anak di ruang digital harus menjadi prioritas bersama," tegasnya.

Polemik ini bermula dari pengubahan lirik lagu "Gapapa" karya Anisa Bahar oleh konten kreator Icha Chellow dan Mala Agatha. Versi baru lagu tersebut menjadi viral di media sosial karena dinilai mengandung lirik vulgar.

Konten itu kemudian memicu laporan ke Polrestabes Surabaya dan Polresta Malang Kota atas dugaan pelanggaran terkait muatan pornografi.

Sementara itu, Anisa Bahar sebagai pencipta sekaligus pemilik lagu menyatakan akan menempuh jalur hukum karena keberatan karyanya diubah tanpa izin dan dinilai menghilangkan makna lagu aslinya.