Logo

Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo, DPRD Jatim Soroti Lemahnya Mitigasi Darurat

Jadi Alarm K3, Wiji Pamungkas: Kesiapsiagaan Harus Diperkuat
Reporter:,Editor:

Rabu, 08 April 2026 12:10 UTC

Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo, DPRD Jatim Soroti Lemahnya Mitigasi Darurat

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Foto: Dok Pribadi

JATIMNET.COM, Surabaya – Peristiwa ledakan di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) di Sidoarjo yang menelan korban jiwa menjadi peringatan serius terkait penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sektor industri.

Selain mendorong investigasi, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, juga menyoroti pentingnya sistem mitigasi kedaruratan di lingkungan pabrik. Ia menilai kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat masih perlu diperkuat.

“Yang kedua selain terkait investigasi prosedur K3, menurut saya yang perlu diinvestigasi adalah mitigasi darurat. Ini seharusnya dimiliki oleh setiap penyelenggara industri sehingga langkah-langkah evakuasi difahami oleh semua pekerja di pabrik tersebut,” tutur Puguh, Rabu, 8 April 2026. 

BACA: Legislator Jatim Desak Investigasi Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo, Soroti Lemahnya K3

Menurut Puguh, pemahaman pekerja terhadap prosedur evakuasi dan tanggap darurat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko korban saat terjadi kecelakaan kerja.

“Langkah-langkah mitigasi kedaruratan itu harus difahami dan diimplementasikan sehingga kejadian yang berpotensi menimbulkan kegawatdaruratan bisa diminimalisir dampaknya ketika itu terjadi,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti informasi terkait adanya sopir yang menjadi korban karena tertimpa pecahan besi saat beristirahat di area pabrik. Hal tersebut dinilai sebagai indikasi lemahnya pengaturan zona aman di kawasan industri.

“Saya membaca di beberapa media bahwa salah satu korban adalah sopir yang sedang tidur terkena pecahan besi. Ini menjadi catatan, kenapa ada yang tidur di dalam area pabrik bukan di tempat khusus. Ini menunjukkan mitigasi kedaruratannya kemungkinan tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

BACA: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan PT GWS Sidoarjo, Diduga Berasal dari Scrap Supplier 

Puguh mendorong Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo dalam melakukan pembinaan intensif kepada perusahaan, khususnya di kawasan industri padat.

“Kami mendorong Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo melakukan pembinaan secara serius kepada semua industri, agar penerapan K3 dan mitigasi kedaruratan benar-benar berjalan dengan baik,” pungkasnya.