Logo

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan PT GWS Sidoarjo, Diduga Berasal dari Scrap Supplier

Reporter:,Editor:

Senin, 06 April 2026 16:32 UTC

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan PT GWS Sidoarjo, Diduga Berasal dari Scrap Supplier

HRD GA PT GWS Heri Prasetyo saat diwawancarai, Senin, 6 April 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Sidoarjo – Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di area scrap yard PT Great Wall Steel (GWS), Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin, 6 April 2026.

Hasil analisis awal mengindikasikan ledakan berasal dari material besi tua (scrap) yang diterima dari pemasok. Namun, pihak perusahaan maupun kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan sumber pasti ledakan.

“Masih dilakukan proses laboratorium dari Polda maupun Gegana terkait apa yang menyebabkan bisa sampai meledak seperti itu,” kata HRD GA PT GWS, Heri Prasetyo.

Ia menjelaskan, material scrap yang berpotensi berbahaya ditempatkan di area terbuka sebagai langkah mitigasi sebelum diproses lebih lanjut.

BACA: Ledakan di Scrap Yard PT GWS Sidoarjo, 1 Tewas dan 2 Pekerja Terluka

“Barang-barang yang sifatnya seperti itu kita taruh di scrap yard, di lapangan terbuka supaya risiko bisa diminimalkan,” ujarnya.

Heri juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal dari tim Gegana dan Inafis menunjukkan ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak seperti bom.

“Dari pihak kepolisian menyampaikan kalau itu dari bom maka akan terjadi kerusakan di sekitar lokasi. Tapi yang jelas di sekitar kami tidak ada kerusakan sama sekali,” katanya.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya kandungan berbahaya dalam material scrap yang memicu ledakan saat proses pemotongan.

BACA: Ledakan di Pabrik Baja Waru Sidoarjo, Polda Jatim Terjunkan Tim Jibom 

Selain itu, operasional pabrik berpotensi dihentikan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan lanjutan.

“Kalau lihat dari lampunya gelap ini kayaknya berhenti dulu. Tapi saya belum tahu pasti. Masih menunggu perkembangan,” ujarnya.

Perusahaan juga menyatakan telah menerapkan standar keselamatan kerja, termasuk SOP, ISO, SNI, serta sistem K3 dalam operasionalnya.

“Sebenarnya kita sudah punya SOP, kita sudah punya ISO juga, kita punya SNI, dan kita juga ada K3,” kata Heri.